Anggota DPR Dukung UMKM Putat Jaya Kembangkan Pasar Ekspor
Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendukung pengembangan UMKM di kawasan Putat Jaya, bekas lokalisasi Dolly, Surabaya, agar produk mereka bisa menembus pasar ekspor, sebagai respons atas permintaan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Risma menilai peluang ekspor ini terbuka besar jika UMKM sudah kuat di pasar domestik terlebih dahulu. Ia menyebut contoh produk Pahlawan Ekonomi seperti Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De'nil, dan Diah Cookies sebagai UMKM yang sudah eksis dan siap naik kelas.
Andreas menegaskan posisi strategis UMKM dalam ekonomi nasional karena menyerap sekitar 90% tenaga kerja, dengan 65% di antaranya adalah perempuan.
"UMKM ini sangat penting di dalam struktur ekonomi Indonesia, karena yang menyerap tenaga kerja itu ada 90%. Jadi, sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM," ujar Andreas.
Andreas menambahkan Klinik UMKM Gotong Royong bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya mendampingi pelaku usaha mulai dari pengurusan izin hingga pemasaran dan pengelolaan keuangan, serta didukung aplikasi UMKM Gotong Royong untuk pendampingan aktif.
Peserta Klinik UMKM menanyakan cara mengenalkan produk ke instansi dan lembaga lebih luas serta pelatihan pemasaran digital yang selama ini kurang mendapat perhatian. Mereka juga menyoroti cara memenangkan persaingan tanpa perang harga yang merugikan.
Risma menegaskan kunci keberhasilan pemasaran adalah kekuatan produk dan kesiapan menjangkau pasar luas, termasuk penjualan daring, bukan hanya bergantung pada instansi.
"Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, insyaallah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang," kata Risma.
Risma mencontohkan pengalamannya menggandeng platform digital global untuk membantu UMKM Surabaya berjualan secara online sejak program Pahlawan Ekonomi digagas. Pelatihan lanjutan tentang pemasaran digital, packaging, dan branding akan menjadi bagian pendampingan berkelanjutan.
Workshop dan Bazaar Kemerdekaan di Kampung Dolly berlangsung selama seminggu, dengan pelatihan pembuatan produk kerajinan seperti dompet dan alas kaki, serta makanan seperti nasi kotak dan masakan Korea.
Produk hasil pelatihan akan dipasarkan melalui bazaar, sentra UMKM Pemkot Surabaya, jaringan hotel, dan aplikasi digital. Kegiatan ini ditutup dengan Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong pada 9 Agustus yang diikuti ratusan pelaku UMKM dan warga setempat, sebagai upaya transformasi kawasan Putat Jaya menjadi pusat ekonomi kreatif mandiri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow