CEO Danantara Rencana Perluas Pengawasan Komoditas Ekspor PT DSI
Chief Executive Officer PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan akan memperluas jenis komoditas ekspor yang diawasi oleh perusahaan tersebut selain batu bara, minyak sawit (CPO), dan besi paduan (ferro alloy), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Rosan menyebutkan tiga komoditas utama tersebut diprioritaskan karena nilai ekspornya yang besar, yakni batu bara mencapai US$30 miliar, CPO dan turunannya sekitar US$20-25 miliar, serta sisanya dari nikel.
Ia menegaskan pengawasan terhadap tiga komoditas besar ini sedang berjalan efektif dan stabil, sehingga PT DSI berniat memperluas pengawasan ke komoditas lain yang berpotensi.
Rosan juga menjelaskan meskipun kegiatan ekspor terkonsentrasi di beberapa pelabuhan utama, pengawasan PT DSI mencakup seluruh pelabuhan, contohnya CPO yang lebih banyak diekspor melalui lima pelabuhan besar di Sumatra.
"Walaupun misalnya ekspor banyak terkonsentrasi di beberapa pelabuhan utama, tentunya pengawasan kita akan mencakup ke seluruh pelabuhan yang ada. Contohnya CPO kan lebih banyak di daerah Sumatra, seperti di 5 pelabuhan besar," ujar Rosan.
Ia menambahkan pengawasan saat ini sudah mampu mendeteksi sekitar 60% volume ekspor dengan data presisi, meskipun masih diperlukan waktu untuk mencapai 100%.
Rosan menegaskan PT DSI tidak berperan sebagai eksportir tunggal, melainkan agen penjual dan penyedia sistem pemantauan transaksi ekspor komoditas strategis Indonesia.
"Penjualan segala macam bisa dilakukan secara penuh. Memang jika mereka sudah ada kontrak jangka panjang, silakan. Namun, jangka panjang biasanya pricing-nya belum ada. Nah, sekarang kita bisa pastikan harganya sesuai dengan harga pasar atau tidak, karena selama ini yang terjadi adalah penjualan di bawah harga indeks," kata Rosan.
Ia juga memastikan eksportir tetap dapat melakukan transaksi langsung dengan pembeli luar negeri dan pengiriman barang berjalan normal tanpa harus melalui satu saluran eksportir tunggal.
"Enggak, ekspor tetap bisa langsung, tetapi kita hanya sebagai agen penjual," tegas Rosan.
Meski masih dalam tahap evaluasi, PT DSI berencana menjadi agen penjual tunggal di masa depan, dengan fokus utama menjaga pengawasan sistematis agar transaksi terdata secara akurat.
"Sekarang kita masih evaluasi ya. Nantinya next step kita adalah sebagai agen penjual tunggal. Akan tetapi, tetap, ekspor dan lain-lainnya bisa dilakukan antara eksportir dan pembeli," jelas Rosan.
Tujuan utama penguatan sistem pemantauan ini adalah untuk menjaga potensi penerimaan negara dari sektor ekspor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow