IHSG Menguat 1,69 Persen Didukung Saham Infrastruktur dan MSCI Review
Bursa Efek Indonesia menguat pada perdagangan Rabu (12/8), dengan IHSG naik 1,69% ke level 6.373,85, didorong oleh penguatan saham infrastruktur dan aktivitas beli investor asing.
Investor asing mencatat pembelian bersih sebesar Rp482,79 miliar di pasar reguler, dan total net buy mencapai Rp725,40 miliar di seluruh pasar, menurut dilansir dari Detik Finance.
Mayoritas sektor saham juga menguat, dengan 10 dari 11 sektor berakhir positif. Sektor infrastruktur naik paling tinggi sebesar 4,74%, sedangkan sektor transportasi dan logistik melemah 0,16%.
Pergerakan pasar global juga beragam; Dow Jones turun tipis 0,04%, S&P 500 naik 0,26%, dan Nasdaq bertambah 0,54% pada perdagangan sebelumnya.
Pelaku pasar memantau hasil MSCI Index Review Agustus 2026 yang mengubah komposisi saham Indonesia dan berpotensi memengaruhi aliran dana asing. Indeks MSCI Indonesia turun 0,24%, sementara ETF EIDO naik 1,68%.
Dalam review tersebut, saham GOTO dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, dan CPIN berpindah ke Global Small Cap Index. CPIN juga masuk ke MSCI Indonesia Small Cap Index, sementara beberapa saham seperti BANK, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI dikeluarkan dari indeks tersebut.
Perubahan ini berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.
XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) mencatat pendapatan semester I 2026 sebesar Rp23,99 triliun, naik 25,60% dari periode sama tahun sebelumnya. EBITDA meningkat 41,10% menjadi Rp11,34 triliun dengan margin 47,30%, didukung oleh kenaikan konsumsi data dan optimasi pelanggan.
Meskipun demikian, EXCL masih mencatat rugi bersih Rp998,06 miliar, menyusut dibandingkan rugi Rp1,21 triliun pada semester I 2025. Arus kas operasi meningkat menjadi Rp13,68 triliun dari Rp8,82 triliun.
Saham EXCL bergerak sideways dengan kecenderungan menguat, resistance di sekitar Rp2.640 dan support di Rp2.330.
Indonesian Paradise Property (INPP) mengumumkan dividen interim Rp4,5 per saham atau total Rp50,32 miliar, setara dividend payout ratio 89,23% dari laba bersih semester I 2026. Keputusan ini disetujui Dewan Komisaris dan Direksi pada 7 Agustus 2026.
Pendapatan INPP pada semester I 2026 tercatat Rp858,14 miliar, turun 1,60% secara tahunan, namun laba bersih berhasil mencapai Rp56,39 miliar, berbalik dari rugi Rp72,11 miliar pada semester I 2025. Laba per saham (EPS) menjadi Rp5,04 dari sebelumnya minus Rp6,45.
Saham INPP ditutup di Rp750 per saham pada perdagangan Rabu, dengan dividend yield sekitar 0,60%. Cum date dividen ditetapkan 20 Agustus 2026 dan pembayaran dividen dijadwalkan 10 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow