Freeport Hentikan Operasi Smelter Pertama, Harga Tembaga Dunia Berpotensi Naik

Smallest Font
Largest Font

PT Freeport Indonesia (PTFI) menghentikan sementara operasi smelter pertamanya di Manyar, Gresik, Jawa Timur, sejak 8 Agustus 2026 untuk perbaikan, dengan target selesai pada kuartal III-2026, yang berpotensi mendorong harga tembaga dunia menembus rekor tertinggi.

Analis komoditas Wahyu Laksono menyatakan, perhentian operasional smelter pertama dan belum pulihnya smelter kedua memberikan fondasi kuat untuk penguatan harga tembaga global hingga mencapai rentang US$14.800—US$15.000 per ton.

Harga tembaga saat ini berada di kisaran US$14.182 per ton, mendekati rekor tertinggi 52 minggu sebesar US$14.531 per ton, menurut Wahyu yang juga memprediksi kemungkinan harga tembaga menembus US$15.000—US$16.000 per ton jika kendala perbaikan smelter berlanjut.

Wahyu mengatakan, "Harga tembaga telah bertengger di kisaran US$14.182/ton, mendekati rekor tertinggi 52 minggu di level US$14.531/ton. Insiden di smelter Freeport ini memberikan fondasi fundamental yang kuat untuk penguatan."

Pasokan tembaga global sedang terbatas akibat tingginya permintaan untuk transisi energi, kendaraan listrik, dan pusat data kecerdasan buatan, sementara gangguan pasokan dari beberapa negara turut memperketat pasar.

Wahyu menjelaskan, gangguan di smelter PT Smelting secara langsung menghentikan konversi konsentrat menjadi katoda tembaga, yang berpotensi menunda pengiriman ke pembeli internasional.

"Secara keseluruhan, insiden teknis di PT Smelting menjadi pemicu katalis positif bagi kenaikan harga tembaga LME, mengonfirmasi bahwa pasar tembaga global saat ini sangat sensitif terhadap gangguan pasokan sekecil apa pun," ujar Wahyu.

Pasar tembaga semakin mengetat dengan cepat, didorong lonjakan pengiriman ke Amerika Serikat dan peningkatan pesanan dari China, yang mempercepat penurunan cadangan tembaga di gudang London Metal Exchange (LME) hingga 40% sejak Mei 2026.

Vice President Communications Freeport-McMoRan Inc. Linda Hayes mengonfirmasi bahwa smelter PTFI di Manyar dihentikan sementara sejak 8 Agustus 2026 untuk perbaikan tungku dan ditargetkan selesai pada kuartal III-2026.

"PT Freeport Indonesia mendapat pemberitahuan dari operator PT Smelting bahwa smelter yang dimiliki oleh PT Smelting dihentikan sementara pada 8 Agustus 2026 untuk melakukan perbaikan tungku. Penilaian awal menunjukkan bahwa perbaikan tersebut dapat diselesaikan pada kuartal III-2026," kata Hayes.

Hayes menambahkan bahwa PTFI akan menyesuaikan jadwal pengiriman serta mempercepat pengoperasian smelter kedua yang sebelumnya berhenti beroperasi akibat kekurangan pasokan bijih.

Target operasional smelter kedua di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, dipercepat menjadi akhir Agustus 2026 dari rencana awal September 2026.

Linda Hayes memastikan tidak ada dampak terhadap produksi tambang dari blok Grasberg yang memasok kedua smelter tersebut.

"PTFI sedang menilai potensi dampak waktu terhadap panduan penjualan yang sebelumnya telah dilaporkan. Dampak apa pun diperkirakan bersifat terkait waktu," ujarnya.

Smelter pertama PT Smelting, dimiliki 66% oleh PTFI dan 34% oleh Mitsubishi Materials Corporation, dibangun sejak 1996 dan mampu mengolah 1,3 juta ton konsentrat tembaga menjadi 342.000 ton katoda tembaga setiap tahun.

Freeport menargetkan produksi emas 700.000 ons (sekitar 21 ton) dan produksi tembaga sekitar 800 juta pon pada tahun 2026.

Harga tembaga di LME pada hari ini tercatat US$14.132 per ton, turun tipis 0,17% dibandingkan perdagangan sebelumnya, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed