OCBC Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham ANTM Jelang Laporan Keuangan
Menjelang rilis laporan keuangan semester I-2026, OCBC Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Analis OCBC Sekuritas Devi Harjoto memperkirakan ANTM akan membukukan EBITDA sebesar Rp9,8 triliun pada semester pertama 2026, dengan pendapatan yang diproyeksikan naik 3,1% secara year-on-year menjadi Rp60,8 triliun.
Peningkatan pendapatan utama berasal dari bijih nikel yang mengalami kenaikan harga jual rata-rata berdasarkan formula Harga Patokan Mineral (HPM) baru.
Devi juga memprediksi pendapatan emas tumbuh 2% secara kuartalan menjadi Rp24,4 triliun, sementara pendapatan bijih nikel melonjak 23,4% kuartalan menjadi Rp4,7 triliun, didorong oleh harga jual lebih tinggi dengan volume yang relatif stabil.
Penjualan feronikel diperkirakan hampir dua kali lipat pada kuartal II-2026 berkat kuatnya harga jual dan volume penjualan.
Pendapatan dari Tayan CGA juga diproyeksikan naik 8,3% kuartalan menjadi Rp526,6 miliar, didukung harga jual kuat di kisaran US$580 per ton dan volume penjualan yang meningkat.
Pendapatan bauksit diprediksi meningkat menjadi Rp442,1 miliar, seiring kondisi pasokan global yang semakin ketat serta volume penjualan yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan, ANTM berhasil mencatat momentum penjualan positif di berbagai komoditas, sehingga prospek perusahaan sepanjang 2026 dinilai sangat cerah menurut OCBC Sekuritas.
"Kami memperkirakan EBITDA ANTM pada 2026 mencapai Rp14,9 triliun dengan margin EBITDA meningkat menjadi 12,6%, terutama didukung oleh kontribusi penjualan bijih nikel yang menawarkan margin lebih tinggi," ujar Devi Harjoto, analis OCBC Sekuritas.
Devi menambahkan pendapatan ANTM diproyeksikan menembus Rp118,2 triliun, didorong oleh kenaikan harga jual emas dan peningkatan volume penjualan pada semester kedua 2026.
"Katalis utama meliputi kenaikan harga komoditas, perbaikan margin dari perjanjian pengadaan emas dengan Freeport, ekspansi rantai nilai baterai kendaraan listrik, proyek hilirisasi nikel, peningkatan kapasitas SGAR Mempawah Fase 2, serta neraca keuangan yang solid," ujar Devi.
Berdasarkan konsensus Bloomberg, 29 analis memberikan rekomendasi beli untuk saham ANTM dengan target harga rata-rata Rp4.580 per saham dalam 12 bulan ke depan, berpotensi memberikan keuntungan lebih dari 50% dari harga saat ini.
Beberapa analis memberikan target harga lebih tinggi. Analis UBS Igor Nyoman Putra merekomendasikan beli dengan target harga Rp4.995 per saham.
Analis Citi Ryan Davis juga memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp5.300 per saham, sementara analis BNI Sekuritas Ilham Firdaus menetapkan target tertinggi Rp5.900 per saham.
PT Aneka Tambang Tbk adalah perusahaan pertambangan terdiversifikasi dan terintegrasi secara vertikal yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, bergerak di bidang eksplorasi, pertambangan, pengolahan, dan pemasaran bijih nikel, feronikel, emas, perak, serta bauksit.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow