Diet Terlalu Ketat Picu Bau Mulut dan Kekurangan Zat Gizi
Bau mulut sering muncul pada orang yang menjalani diet terlalu ketat, yang berkaitan dengan perubahan metabolisme tubuh, bukan hanya kebersihan mulut. Kondisi ini terjadi saat tubuh memecah lemak menjadi energi, bukan karbohidrat, dalam fase ketosis, dilansir dari Detik Health.
Proses ketosis menjadi penyebab utama bau mulut saat diet ketat. Selain itu, pembatasan makanan berlebihan berisiko menyebabkan kekurangan mikronutrien seperti vitamin C, vitamin B12, dan zinc.
Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menyatakan, "Itu yang menyebabkan ada bau mulut." Ia juga menjelaskan risiko lain dari diet ketat.
"Jadi, selain bisa terjadi bau mulut, gara-gara ada fase ketosis tadi bisa juga malah terjadi kayak kekurangan mikronutrien, misalnya kayak vitamin C, vitamin B12, zinc," ujar dr Igus Ulfa Yaze.
Kekurangan mikronutrien ini dapat memicu masalah mulut seperti sariawan. Oleh karena itu, menurunkan berat badan tidak disarankan dengan memangkas asupan makanan secara ekstrem agar kebutuhan zat gizi tetap terpenuhi.
"Makanya enggak terlalu disarankan untuk diet yang terlalu ketat karena akhirnya mikronutriennya jadi kurang, sementara kita tetap butuh zat-zat lain, zat-zat gizi lain tetap butuh mikronutrien lain dari makanan," tambah dr Igus Ulfa Yaze.
Pola makan saat diet sebaiknya memperhatikan kecukupan zat gizi agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi penting dan kesehatan terjaga, bukan hanya fokus pada penurunan berat badan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow