Presiden Korsel Usulkan Akhiri Perang dengan Korut Lewat Dialog Damai
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengusulkan pembicaraan resmi dengan Korea Utara untuk mengakhiri Perang Korea yang masih berlangsung secara teknis, dengan mengganti perjanjian gencatan senjata menjadi rezim perdamaian di Semenanjung Korea, dalam pidato peringatan kemerdekaan pada 15 Agustus 2026.
Konflik Perang Korea tahun 1950-1953 hanya berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, sehingga kedua negara masih secara teknis dalam keadaan perang, dilansir dari Detikcom.
Lee mengajak kedua negara untuk mengesampingkan ancaman dan mulai berdiskusi sebagai pihak yang terlibat langsung. Ia juga menyatakan dialog bisa membahas langkah menghentikan kemampuan nuklir Korea Utara.
Presiden Lee menyampaikan bahwa Seoul akan ambil langkah proaktif dan berkelanjutan untuk meredakan ketegangan serta membangun sistem pengamanan berlapis guna mencegah eskalasi konflik.
Usulan ini didasarkan pada komitmen Lee tahun sebelumnya untuk menghormati sistem pemerintahan Korea Utara dan mengusahakan koeksistensi damai dengan Pyongyang.
Namun, hubungan antar kedua Korea masih membeku. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, meninggalkan kebijakan reunifikasi dan menilai Korea Selatan sebagai negara paling bermusuhan, serta memperkuat pertahanan di garis depan.
Pyongyang menolak pendekatan dari Lee dan mengkritik rencana Seoul memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Korea Utara juga mengecam latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat yang direncanakan pekan depan sebagai provokasi.
Dalam dua minggu terakhir, Korea Utara meluncurkan dua rudal yang terdeteksi jatuh ke lautan, menambah ketegangan di kawasan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow