Gempa Magnitudo 7,7 Ganggu 200 BTS di Pulau Flores NTT
Gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menyebabkan gangguan pada 200 Base Transceiver Station (BTS) di 10 kabupaten dan kota. Gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan pusat di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dilansir dari Detik iNET.
Data pemantauan operator telekomunikasi menunjukkan 16,35% BTS di wilayah terdampak mengalami gangguan. BTS yang bermasalah tersebar di berbagai kabupaten, dengan Kabupaten Sikka paling banyak terdampak sebanyak 51 site BTS.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni Supriyanto, mengatakan bahwa pemantauan dan pemulihan jaringan terus dilakukan bersama operator seluler. "Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan," ujarnya.
Toni menambahkan bahwa tiga operator seluler utama, yaitu Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison, mengalami dampak gangguan jaringan. Gangguan di jaringan Telkomsel sebagian disebabkan oleh terganggunya pasokan listrik di wilayah terdampak. XLsmart melaporkan gangguan pada area dekat pusat gempa, sementara Indosat masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis.
Selain gangguan listrik, ada pula dampak gangguan pada jaringan transmisi yang disebabkan oleh gempa bumi tersebut.
Rincian gangguan BTS di masing-masing kabupaten adalah sebagai berikut: Kabupaten Sikka 51 site dari 192 BTS (26,56%), Kabupaten Ende 31 site dari 118 BTS (26,27%), Kabupaten Flores Timur 26 site dari 161 BTS (16,15%), Kabupaten Manggarai 22 site dari 150 BTS (14,67%), Kabupaten Manggarai Barat 17 site dari 141 BTS (12,06%), Kabupaten Manggarai Timur 16 site dari 80 BTS (20,00%), Kabupaten Ngada 13 site dari 101 BTS (12,87%), Kabupaten Nagekeo 11 site dari 73 BTS (15,07%), Kabupaten Lembata 10 site dari 73 BTS (13,70%), dan Kabupaten Timor Tengah Utara 3 site dari 134 BTS (2,24%).
Tim Pemantauan Telekomunikasi Komdigi memantau secara dinamis kondisi jaringan melalui dashboard bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, pemerintah daerah, dan penyelenggara telekomunikasi. "Data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan," tambah Wayan.
Komdigi mengimbau masyarakat terdampak untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga penanganan bencana. Proses pemulihan layanan telekomunikasi akan terus dipantau dan diperbarui sesuai situasi di lapangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow