Gubernur Bali Umumkan Pembangunan Trem ART Mulai 2027

Smallest Font
Largest Font

Pembangunan moda transportasi massal Autonomous Rail Transit (ART) di Bali akan dimulai pada tahun 2027 dengan tujuan menggantikan Mass Rapid Transit (MRT) dan menghubungkan wilayah Kuta dan Canggu, kata Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (6/8/2026), dilansir dari Detik Travel.

Koster menjelaskan bahwa pembangunan ART menunggu penyelesaian regulasi, terutama Peraturan Gubernur yang sedang diproses. ART dipilih karena biaya pembangunan lebih murah dan pengerjaannya lebih mudah dibandingkan MRT.

"ART 2027 udah mulai. Ini dulu, Peraturan Gubernurnya dulu lagi diproses," ujar Koster seusai acara Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026-2031.

Gubernur Bali dua periode ini menambahkan, "Iya, karena jauh lebih efisien dan secara teknologi lebih mudah." Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi pemanfaatan ruang bawah tanah yang belum diatur dalam tata ruang.

"Lagi dibuatkan regulasi pemanfaatan ruang bawah tanah. Ada sedang dirancang Pergub, Peraturan Gubernur. Karena belum ada di tata ruangnya belum diatur," kata Koster.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan rencana trem akan dibangun dan dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang akan berjalan di atas jalur khusus yang sedang disiapkan.

"Untuk Bali ini, di samping tol, yang prioritas adalah membangun konektivitas kereta api antarkota karena ini jauh akan lebih efektif. Sehingga, orang yang dari mana saja, mau kerja di Badung atau Denpasar, tinggal di Denpasar, yang penting komuter," ujar Adi Arnawa saat bertemu direksi PT KAI.

Untuk mendukung operasional trem, Pemkab Badung merencanakan pelebaran jalan utama dan penyediaan jalur khusus agar moda transportasi publik tidak terjebak kemacetan.

Dari lebar jalan 24 meter yang akan dibangun, pemerintah daerah akan mengalokasikan ruang untuk median, trotoar, dan Garis Sempadan Bangunan (GSB).

"Kalau kita membuat moda transportasi publik tanpa membuat jalur khusus itu gagal. Pembelajaran saya, kalau ini sudah jadi jalan 24 meter saya ambil median 1 meter, lalu 2 meter kiri-kanan untuk trotoar, dan GSB berlaku lagi 3 meter," kata Adi Arnawa.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow