Guru Besar Humaniora Soroti Fokus Pemerintah pada STEM di Depok
Guru besar bidang humaniora di Indonesia menyuarakan keprihatinan terkait fokus pemerintah yang lebih condong pada pengembangan bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) dalam pendidikan. Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers Simposium Nasional Guru Besar Humaniora yang digelar di Kampus FIB UI, Depok, Jawa Barat, pada Senin (10/8), dilansir dari Detikcom.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memang memberikan perhatian besar terhadap STEM, terlihat dari kebijakan seperti Beasiswa LPDP yang diarahkan pada program studi STEM, rencana pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI), serta kewajiban pembelajaran koding dan kecerdasan buatan di sekolah dasar.
Prof Manneke Budiman, Guru Besar Ilmu Susastra FIB UI, menilai dominasi kebijakan STEM merupakan tantangan bagi akademisi humaniora. Ia menegaskan perlunya kebijakan pengembangan ilmu humaniora sebagai respons terhadap perubahan teknologi dan hilirisasi.
"Ada ancaman nyata, pemerintah memfokuskan STEM, semua bidang ilmu eksakta. Humaniora harus melakukan apa? Harus ada kertas kebijakan pengembangan ilmu ke depan," ujar Manneke.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengakui bidang STEM di Indonesia masih memerlukan afirmasi, berbeda dengan bidang sosial dan humaniora yang telah mencetak banyak ahli.
"STEM yang perlu afirmasi. Matematika, sains, engineering, dan teknologi. Karena kita dibanding negara-negara lain mungkin dia perlu dorongan.
Untuk ahli-ahli roket, ahli rudal, ahli matematika di bidang apa, fisika kuantum. Karena kita harus mengejar itu," ujar Fadli saat ditemui usai simposium di Depok, Selasa (11/8).
Menurutnya, bidang sosial, humaniora, seni, agama, dan ekonomi di Indonesia sudah cukup kuat.
"Jadi saya tidak melihat itu ada pertentangan, yang jelas sih justru STEM yang perlu afirmasi," tambahnya.
Fadli juga menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner, di mana STEM dapat beririsan dengan bidang sosial dan humaniora, misalnya pada bidang arkeologi dan carbon dating.
"Saya kira hampir semuanya pasti akan beririsan. Jadi tidak bisa hanya di satu sisi harus pendekatan interdisipliner," jelasnya.
Selain itu, Fadli menyebutkan komitmen anggaran pemerintah dalam memajukan riset, dengan tambahan dana riset yang diberikan oleh Presiden.
"Presiden memberikan anggaran tambahan, terutama untuk riset yang cukup besar, itu sangat penting saya kira. Tapi bagaimana riset ini juga bisa, menjadi hasilnya itu, bisa dimanfaatkan, bisa diterapkan," pungkas Fadli.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow