IAPVC 2026 Tampilkan Tips Memotret Satwa dari Para Juri di Bogor
Indonesia Animal Photography and Video Competition (IAPVC) 2026 digelar sejak Sabtu, 8 Agustus 2026, di Taman Safari Indonesia Bogor. Ajang ini menjadi wadah bagi pecinta fotografi dan videografi untuk mengabadikan momen menarik satwa, sekaligus membagikan tips dari juri bagi para peserta.
Acara ini mengundang tiga juri utama: Alfin Tofler, Didi Kasim, dan Martha Suherman. Dari 10 karya terbaik, terpilih tiga pemenang yaitu Ares Jonekson sebagai juara pertama, Try Sugiarto runner-up, dan Risca Fizria juara ketiga, dilansir dari Detik Travel.
Juri Alfin Tofler menekankan pentingnya memahami perilaku satwa sebelum memotret agar bisa menangkap momen terbaik. "Pelajarin satwanya, tingkah perilakunya kayak gimana, mereka suka aktifnya tuh jam berapa. Karena kalau satwanya udah nggak aktif itu cuma dapat foto patung doang," ujarnya.
Alfin juga menyoroti kesabaran sebagai kunci dalam fotografi satwa. "Foto satwa semua orang bisa tapi kan ya yang kita mau itu foto yang lebih lagi gitu jadi memang harus sabar nunggu momennya," kata dia. Menurutnya, hasil foto menarik merupakan perpaduan kesabaran, keberuntungan, dan kejelian.
Chief Marketing Officer Taman Safari Indonesia Group, Alexander Zulkarnain, menambahkan bahwa kreativitas dan konsep adalah faktor utama dalam menghasilkan karya, bukan hanya alat yang digunakan. "Jangan selalu terpaku pada alatnya tapi harus punya acuan terhadap kreativitas ide dan konsepnya itu yang utama karena alat pasti jadi nomor dua," ujar Alexander.
Untuk videografi, Alexander menekankan pentingnya orisinalitas. "Video yang organik ya video yang estetis perlu, beauty perlu tapi punya orisinalitas. Orisinalitasnya itu artinya benar-benar bisa meng-capture momen-momen penting dari satwa tersebut," ujarnya.
Pemenang runner-up Try Sugiarto berbagi pengalaman saat mengabadikan foto keluarga siamang yang tidak sepenuhnya direncanakan. "Pertama cuman ada anak sama ibunya, tiba-tiba pas lagi pengen diambil ada bapaknya ikut di dalam frame. Nah anaknya kayak langsung kayak mau main sama bapaknya gitu.
Jadinya capture itu," kata Try. Ia mengaku menunggu sekitar 20-30 menit untuk momen tersebut.
Juara ketiga Risca Fizria juga mengungkapkan pentingnya kesabaran dalam menunggu momen yang tepat saat memotret kanguru pohon. "Saya nunggu lumayan lama sampe hewan itu makan, sempet memotret banyak foto," ujarnya.
Keduanya sepakat bahwa selain peralatan dan teknik, ketelitian membaca gerak satwa serta keberuntungan menjadi faktor penting. Tema kompetisi di roadshow IAPVC 2026 ini adalah "Mata yang Berbicara," yang menuntut fotografer menangkap ekspresi mata satwa untuk menyampaikan cerita melalui foto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow