Persentase Puskesmas Tanpa Dokter Gigi Capai 26,8 Persen di Indonesia
Sekitar 26,8 persen puskesmas di Indonesia belum memiliki dokter gigi, terutama di wilayah non-perkotaan, menurut Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia, dilansir dari Detikcom.
Ketimpangan ini terlihat dari pola persebaran dokter gigi yang lebih banyak berada di area perkotaan, sehingga warga di daerah pelosok kesulitan mengakses layanan medis gigi yang memadai.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) sekaligus Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Prof drg Suryono, S H, M M, Ph D, mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak sejalan dengan jumlah lulusan dokter gigi yang mencapai sekitar 3.000 per tahun dari 48 fakultas kedokteran gigi di Indonesia.
"Produktivitas dokter gigi per tahun sekitar 3.000-an dengan kurang lebih 48 FKG yang ada. Nah, yang menjadi masalah, kenapa ada puskesmas yang tidak punya dokter gigi," ujar Suryono.
Suryono menyebut beberapa penyebab terbatasnya dokter gigi di daerah tertentu, seperti kurang memadainya sarana dan prasarana, termasuk dental unit yang tidak memiliki akses listrik atau air, tantangan geografis yang sulit dijangkau, serta pendapatan dokter gigi yang masih standar sehingga kurang memotivasi.
"Menjadi sangat penting adanya pemerataan dengan fasilitas yang memadai," tambahnya.
Sebagai Ketua AFDOKGI, Suryono mengimbau fakultas kedokteran gigi untuk turut berperan dalam pemerataan dokter gigi dengan fasilitas yang layak. Ia menekankan perlunya program beasiswa yang mengikat putra daerah agar kembali mengabdi di kampung halaman.
"Untuk mendorong putra daerah kembali mengabdi di daerahnya, ikatan beasiswa atau dinas dari pemerintah dapat dijadikan salah satu persyaratan. Langkah tersebut membantu daerah bisa lebih berdaya," ujar Suryono.
Dia juga menyebut bahwa kerja sama pengiriman residen dan kolaborasi antara daerah dengan institusi dapat membantu pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan gigi, termasuk peningkatan fasilitas dan tenaga kesehatan.
"Tidak dipungkiri bahwa gigi bisa menjadi salah satu sumber infeksi akibat dari bakteri yang menyebar karena tidak bersihnya area mulut," jelasnya.
Suryono menambahkan bahwa FKG UGM berencana membuka program pendidikan bagi putra daerah untuk mendukung pemerataan sumber daya manusia di bidang kesehatan gigi.
"Sebagai wujud sumbangsih FKG UGM untuk membantu proses pemerataan SDM. Kita mau membuka peluang kepada wilayah agar putra daerah bisa sekolah di sini," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow