IHSG Diperkirakan Bergerak Bervariasi dengan Kecenderungan Menguat pada Awal Pekan

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan awal pekan, Senin, 3 Agustus 2026, dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global dan penantian rilis indikator ekonomi nasional.

Meski memiliki peluang melanjutkan tren positif, pergerakan pasar saham domestik diprediksi terbatas karena gejolak politik di Timur Tengah yang kembali memanas serta antisipasi data inflasi dan Indeks Manufaktur (PMI) Indonesia periode Juli 2026.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyatakan bahwa IHSG memiliki ruang bergerak pada rentang support 6.170 dan resistance 6.295. Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal kenaikan, walau Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai melandai.

"IHSG awal pekan kami perkirakan bergerak mixed cenderung menguat dalam rentang level support 6.170 dan resistance 6.295 dengan indikator RSI bergerak naik, meski MACD menunjukkan tren yang melandai," ujar Oktavianus.

Dari sisi global, ketidakpastian meningkat akibat memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran usai klaim serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, yang menekan aset berisiko dan menaikkan yield US Treasury tenor 10 tahun ke 4,74 persen.

Investor domestik menanti data inflasi Juli yang diperkirakan mencapai 3,3 persen year on year, serta PMI manufaktur yang diproyeksikan naik ke level 47 meski masih di area kontraksi.

"Kami melihat pasar akan merespons data tersebut dengan kecenderungan negatif," kata Oktavianus.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut IHSG masih berpotensi menguat terbatas pada area support 6.180 dan resistance 6.268. Fokus pasar hari ini adalah laporan keuangan kuartal II 2026, neraca perdagangan, data inflasi, dan pergerakan nilai tukar rupiah yang berpotensi menguat.

BNI Sekuritas melaporkan bahwa pada penutupan pekan lalu, IHSG menguat 0,8 persen meski terdapat aksi jual bersih asing sekitar Rp35 miliar.

Saham yang banyak dilepas asing antara lain PT Bank Central Asia Tbk, PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT United Tractors Tbk, dan PT Telkom Indonesia Tbk.

BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji resistance kuat di kisaran 6.300 dengan support antara 6.120–6.200. Namun, investor diingatkan waspada terhadap potensi koreksi jika angka psikologis 6.300 belum tembus.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed