IHSG Melemah 0,37 Persen Dipengaruhi Saham Big Caps di Jakarta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,37% ke posisi 6.501,66 pada penutupan perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, di Jakarta, dipengaruhi oleh penurunan sejumlah saham besar dan sektor strategis.
Rentang perdagangan IHSG pada hari itu berada di antara 6.551 hingga 6.474,57. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai perdagangan mencapai Rp14,29 triliun dengan volume transaksi sebanyak 35,88 miliar saham dan frekuensi perdagangan 2,19 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 259 saham menguat, 367 melemah, dan 166 saham stagnan.
Penurunan IHSG terutama didorong oleh pelemahan saham dari sektor properti, kesehatan, dan transportasi masing-masing turun sebesar 1,66%, 1,59%, dan 0,91%. Saham teknologi juga turun 0,77%, diikuti saham konsumen non primer yang melemah 0,68%. Faktor utama pelemahan ini adalah kinerja negatif saham-saham big caps yang memiliki bobot besar dalam indeks, seperti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang mengurangi indeks sebesar 8,19 poin.
Berikut daftar saham big caps yang berkontribusi menekan IHSG, menurut data Bloomberg: PT Bayan Resources Tbk (BYAN) -8,19 poin, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -7,33 poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -4,43 poin, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) -3,82 poin, dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) -3,56 poin.
Saham-saham dari indeks LQ45 lainnya juga turut menekan IHSG, dengan PT Indosat Tbk (ISAT) turun 3,31%, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sama-sama turun 2,78%. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 1,74%, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) melemah 1,61%, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) turun 1,44%.
Analis Phintraco Sekuritas menjelaskan, "Indeks sempat bergerak menguat di awal sesi, sebelum kemudian bergerak di teritori negatif hingga penutupan perdagangan akibat profit taking dan pelemahan rupiah," Senin.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebutkan nilai tukar rupiah melemah 0,11% ke Rp17.712 per dolar AS, seiring dengan pelemahan mata uang Asia akibat penguatan dolar, meskipun harga minyak mentah mengalami koreksi, menjadi sentimen perdagangan hari itu.
Dari sisi teknikal, IHSG masih bertahan di atas moving average 100 (MA100) dan histogram MACD masih di area positif, tetapi Stochastic RSI mendekati area overbought.
"Diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.450 hingga 6.570 pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026," tambah riset Phintraco Sekuritas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow