IHSG Menguat Saat Presiden Prabowo Laporkan Pertumbuhan Ekonomi 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 0,56% ke posisi 6.337 pada Jumat, 14 Agustus 2026, di tengah pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung Parlemen Jakarta.
IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.343 dan terendah 6.267 pada sesi pagi hingga siang hari. Total transaksi mencapai Rp6,48 triliun dengan 17,9 miliar saham yang diperdagangkan dan frekuensi transaksi sebanyak 1,04 juta kali, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Bloombergtechnoz.
Presiden Prabowo melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45% pada semester pertama 2026 dan 5,61% pada kuartal pertama, tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
"Ini adalah pertumbuhan ekonomi kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir ini," ujar Prabowo.
Dia optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% hingga akhir tahun ini. Prabowo juga menyampaikan realisasi investasi sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.010 triliun dan tercipta 1,4 juta lapangan kerja.
"Pertumbuhan investasi tersebut terjadi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang terbuka di Eropa, di Timur Tengah, dan berbagai tempat lain di dunia," tambah Prabowo.
Pemerintah mencatat percepatan swasembada delapan komoditas pangan dan energi melalui implementasi B50 sejak Juli 2026. Pemangkasan 145 aturan penyaluran pupuk menjadi satu Peraturan Presiden menurunkan harga pupuk hingga 20% dan meningkatkan laba PT Pupuk Indonesia sebesar 252,8% pada semester I-2026.
Laba BUMN meningkat hampir dua kali lipat menjadi Rp326 triliun sepanjang 2025, disertai restrukturisasi untuk efisiensi dan penghematan overhead.
PT Danantara Sumberdaya Indonesia mengelola devisa ekspor senilai US$14 miliar dan mengelola 153 ton emas senilai Rp360 triliun melalui Bullion bank BRIS dan Pegadaian.
Pemerintah juga mempercepat pengembangan Kawasan Daya Maju Perikanan (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih guna memperkuat rantai pasok dan aktivitas ekonomi daerah.
Analis Phintraco Sekuritas menilai kebijakan ini berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kinerja emiten sektor energi, komoditas, perbankan, konstruksi, dan industri dasar.
"Terutama (emiten) sektor energi, komoditas, perbankan, konstruksi, dan industri dasar, seiring dengan peningkatan investasi, hilirisasi, serta aktivitas ekonomi domestik," ujar analis Phintraco.
Meski demikian, efektivitas pelaksanaan dan realisasi proyek menjadi faktor kunci dalam menentukan dampak terhadap kinerja emiten.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow