Kamrussamad Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,29 Persen Semester I 2026
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kamrussamad, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada Semester I tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan di kompleks Parlemen pada Jumat, 14 Agustus 2026, terkait dampak kebijakan prioritas nasional.
Menurut Kamrussamad, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029 yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2024–2045 bukanlah hal yang mudah dicapai.
"Nah, bagaimana mewujudkan 8%? Ini adalah angka yang tidak mudah untuk dicapai di tahun 2029. Di RPJPN kita, RPJPN 2024–2045, itu sudah ditetapkan bahwa 2029 pertumbuhan ekonomi 8% ditargetkan. Perlu ada penopang," ujar Kamrussamad.
Kamrussamad menekankan bahwa penopang utama adalah konsumsi dan pertumbuhan ekonomi harus didukung oleh investasi, baik penanaman modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN).
Salah satu upaya pendukung pertumbuhan ekonomi adalah dukungan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kamrussamad meminta tim Danantara segera mengajukan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
"Kita meminta tim Danantara Investment Management untuk segera mengajukan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi oleh BUMN dan BUMD," ujar Kamrussamad.
Selain itu, Kamrussamad menyoroti perlunya perbaikan koordinasi lintas sektor, terutama antara kementerian koordinator dan kementerian teknis, untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran, waktu, dan manfaat.
"Implementasi koordinasi ini masih harus terus diperbaiki supaya nantinya pelaksanaan program pemerintah bisa benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat untuk masyarakat," tambahnya.
Ia juga menilai komunikasi pemerintah dapat ditingkatkan agar ketidakpastian di masyarakat bisa dihindari dan arah kebijakan pemerintah dapat dirasakan pro-pertumbuhan, pro-pekerjaan, dan pro-bisnis.
"Sehingga arah kebijakan pemerintah dirasa itu betul-betul pro-growth (pertumbuhan), kemudian pro-jobs, dan juga pro-business untuk mendorong dunia usaha," kata Kamrussamad.
Kamrussamad mengingatkan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa setiap kenaikan 1 persen pertumbuhan ekonomi diharapkan membuka lebih dari 900.000 lapangan kerja baru menurut para ekonom.
"Pertama adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Setiap pertumbuhan ekonomi 1% haruslah menciptakan berapa lapangan kerja. Berdasarkan rumus para ahli ekonomi, para ekonom mengatakan, pertumbuhan ekonomi 1% membuka 900.000 lebih lapangan kerja baru," ujar Kamrussamad.
Lebih lanjut, Kamrussamad menyampaikan bahwa implementasi hilirisasi dan peran Danantara sebagai sovereign wealth fund diharapkan dapat mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi berkualitas, tidak hanya mengandalkan APBN serta investasi dari luar dan dalam negeri.
"Karena selama ini kita mengandalkan APBN dan investasi baik dari luar negeri maupun dari dalam. Dengan adanya Danantara sebagai sovereign wealth fund, kita harapkan bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," ujar Kamrussamad, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow