IHSG Menguat 0,71 Persen Didukung Saham BBRI, TLKM, dan ISAT

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,71% ke posisi 6.388 pada sesi pertama perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, didorong oleh penguatan sejumlah saham besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indosat Tbk (ISAT), dilansir dari Bloombergtechnoz.

IHSG dibuka di level 6.352 dan sempat mencapai titik tertinggi di 6.408 serta terendah di 6.347 selama sesi pertama. Saham BBRI naik 1,97% ke Rp3.100 per saham, TLKM melonjak 2,26% ke Rp2.710 per saham, dan ISAT bahkan menguat signifikan sebesar 16% ke Rp2.210 per saham.

Volume transaksi tercatat sebanyak 23,5 miliar saham dengan nilai mencapai Rp8,76 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,31 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 338 saham naik, 247 saham turun, dan 204 saham stagnan.

Beberapa sektor saham yang memberi kontribusi kenaikan IHSG adalah infrastruktur, properti, dan barang baku dengan penguatan masing-masing 2,16%, 1,54%, dan 1,11%. Saham-saham big caps lain yang berkontribusi adalah PT Bumi Resources Tbk, PT Amman Mineral Internasional Tbk, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk.

Menurut data Bloomberg, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menyumbang 8,8 poin kenaikan IHSG, diikuti oleh PT Telkom Indonesia Tbk dengan 5,56 poin, dan PT Indosat Tbk dengan 3,77 poin. Saham-saham lain seperti PT Bank Mandiri Tbk dan PT DCI Indonesia Tbk juga mendukung penguatan indeks.

Saham Indeks LQ45 lainnya yang menguat antara lain PT Indika Energy Tbk naik 6,27%, PT Indofood CBP Tbk naik 3,02%, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk yang melesat 2,23%.

Melansir Panin Sekuritas, penguatan IHSG terjadi berlawanan arah dengan Bursa AS, di tengah perhatian investor terhadap rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang diharapkan dapat menurunkan harga minyak dan menekan inflasi global.

Investor juga merespons stabilnya nilai tukar rupiah yang mulai berada di bawah Rp18.000 per dolar AS serta harapan tercapainya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun, Panin Sekuritas mengingatkan bahwa cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026 tercatat menurun menjadi US$145,3 miliar, dari US$145,6 miliar sebelumnya, akibat intervensi nilai tukar rupiah dan pelunasan utang Surat Berharga Negara yang jatuh tempo.

"Patut dicermati, cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026 tercatat turun menjadi US$145,3 miliar (dari yang sebelumnya: US$145,6 miliar) seiring dengan kebutuhan intervensi nilai tukar rupiah serta pelunasan utang SBN yang jatuh tempo," sebut Panin Sekuritas, Jumat siang hari ini.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow