Kemenkes Minta Tim Ekspedisi Patriot Perhatikan Kesehatan Masyarakat Transmigrasi

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kesehatan meminta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 untuk memperhatikan kondisi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di kawasan transmigrasi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyatakan keberhasilan Indonesia Maju tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari peningkatan harapan hidup dan kualitas kesehatan masyarakat.

Maria Endang menyebut angka harapan hidup Indonesia saat ini rata-rata 74 tahun, masih di bawah Singapura yang mencapai 84 tahun. Di dalam negeri, DKI Jakarta memiliki angka harapan hidup sekitar 76 tahun, sedangkan Papua Pegunungan masih di kisaran 67-68 tahun, yang menjadi perhatian khusus peserta TEP 2026 yang akan bertugas di sana.

"Jadi ini PR kita semua, nanti saya harapkan teman-teman Tim Ekspedisi Patriot selain melihat potensi ekonomi, juga melihat sumber daya manusianya ketika pergi ke lapangan," ujar Maria Endang saat memberikan pembekalan kepada 1.476 peserta TEP 2026 di Balai Kartini, Jakarta, dikutip dari Detikcom.

Maria menegaskan peserta TEP harus langsung melihat persoalan kesehatan masyarakat di lokasi penugasan, mencakup semua kelompok usia dari bayi hingga lanjut usia. Ia menambahkan bahwa pola penyebab kematian di Indonesia sudah bergeser, dengan stroke sebagai penyebab utama, diikuti serangan jantung, diabetes, dan gagal ginjal.

"Jadi ini tantangan kesehatan kita, nanti tolong dilihat di tempatnya datang ke sana. Dan ini yang mengambil biaya kesehatan kita. Kalau BPJS bilang defisit-defisit karena dipakai untuk operasi jantung, dipakai untuk operasi stroke, dipakai untuk cuci darah seminggu 2 kali. Padahal semua itu bisa dicegah," paparnya.

Maria juga mengingatkan pentingnya menerapkan tujuh kebiasaan hidup sehat, seperti makan bergizi, aktivitas fisik, lingkungan bersih, tidak merokok, imunisasi, kesehatan mental, dan cek kesehatan gratis tiap tahun. Ia menilai pola hidup sehat dan akses sanitasi harus diamati langsung di lapangan.

Dalam pembekalan itu, Maria mendorong peserta TEP untuk mengunjungi puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu di wilayah penugasan sebagai pusat layanan kesehatan dasar yang krusial untuk memahami situasi kesehatan keluarga dari balita hingga lansia.

Pemerintah telah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis yang sudah menjangkau 70 juta orang dengan target 130 juta pemeriksaan, meski akses di beberapa wilayah Papua masih terbatas.

Maria menambahkan tantangan peserta TEP di daerah terpencil, seperti Papua Tengah dengan 127 puskesmas, di mana 88 berada di wilayah terpencil dan 23 sangat terpencil, harus diperhatikan dari sisi layanan kesehatan.

"Nanti boleh dilihat kondisi puskesmas di sana, pelayanan di sana bisa juga dibantu. Dalam keadaan seperti ini kita bisa lihat outcome kesehatannya dari stunting misalnya, ya. Nah, stunting kita lihat yang merah dan oranye juga di daerah-daerah yang aksesnya kurang baik," ujar Maria Endang.

Ia berharap TEP 2026 dapat berkontribusi dalam mendukung program Asta Cita Kesehatan, terutama melalui cek kesehatan gratis, penanggulangan TBC, dan pembangunan rumah sakit di daerah yang dikunjungi.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow