Kenali 3 Jenis Gangguan Katup Jantung dan Gejalanya yang Wajib Diwaspadai

Smallest Font
Largest Font

Gangguan pada katup jantung dapat menyebabkan berbagai gejala yang sering kali dianggap sepele, seperti sesak napas saat beraktivitas, cepat lelah, hingga pembengkakan pada kaki. Kondisi ini biasanya berkembang perlahan sehingga penderita kurang menyadari penurunan fungsi jantungnya.

Jantung terdiri dari empat katup utama yaitu mitral, aorta, trikuspid, dan pulmonal yang berfungsi mengatur aliran darah agar hanya mengalir ke satu arah. Saat katup ini menyempit atau tidak menutup dengan sempurna, aliran darah menjadi terhambat atau kembali ke ruang jantung sebelumnya sehingga jantung harus bekerja lebih keras.

Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Vera Citra Setiawan Hoei, BMedSci., Sp.B.T.K.V., Subsp.JD(K) menjelaskan bahwa gangguan pada katup jantung berisiko menyebabkan pembesaran jantung, gangguan irama, dan penurunan fungsi pompa jantung jika tidak ditangani dengan tepat.

Penyakit katup jantung biasanya dibagi menjadi tiga tipe utama yaitu stenosis, regurgitasi, dan kelainan bawaan. Stenosis terjadi saat katup menyempit dan tidak bisa membuka dengan optimal. Regurgitasi adalah kondisi dimana katup tidak menutup rapat sehingga darah bocor kembali. Sementara kelainan bawaan adalah bentuk katup yang sudah tidak normal sejak lahir.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Gangguan katup jantung dapat menimbulkan pembesaran ruang jantung dan meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sesak napas saat beraktivitas atau berbaring
  • Mudah lelah dan penurunan stamina secara drastis
  • Jantung berdebar atau tidak beraturan
  • Nyeri atau tekanan di dada
  • Pusing, hampir pingsan, atau pingsan
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut

Beberapa pasien dengan kondisi berat mungkin hanya merasakan gejala ringan karena tubuh telah beradaptasi secara bertahap. Oleh sebab itu, pemeriksaan seperti ekokardiografi atau USG jantung sangat penting untuk mendeteksi kerusakan katup secara akurat.

Pemeriksaan tambahan bisa meliputi EKG, rontgen dada, tes latihan jantung, CT Scan, MRI jantung, atau kateterisasi sesuai kebutuhan pasien.

Penanganan Gangguan Katup Jantung

Tidak semua pasien yang didiagnosis gangguan katup jantung harus menjalani operasi. Gangguan ringan biasanya dipantau secara berkala dan diberikan obat-obatan khusus. Penanganan disesuaikan dengan tingkat kerusakan katup, gejala, fungsi pompa jantung, dan kondisi pasien secara menyeluruh.

Untuk kasus yang lebih berat, prosedur seperti pelebaran katup dengan balon, perbaikan atau penggantian katup, bedah minimal invasif, dan TAVI dapat menjadi pilihan terapi.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS menegaskan bahwa layanan Heart & Vascular Center hadir untuk memberikan penanganan terpadu mulai dari diagnosis hingga rehabilitasi guna mempertahankan fungsi jantung dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

"Penanganan penyakit katup jantung membutuhkan diagnosa yang tepat, kerja sama tim multidisiplin, dan fasilitas lengkap di setiap tahap perawatan," ujar dr. Margareth.

Layanan ini memastikan pasien mendapatkan terapi terbaik mulai dari pemeriksaan, penentuan terapi, tindakan intervensi atau bedah, hingga pemulihan pasca-perawatan.

Informasi ini dikutip dari Detik Health sebagai sumber fakta dan referensi terpercaya terkait gangguan katup jantung.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow