Mendag Budi Santoso Dorong Peningkatan Impor untuk Tekan Harga Daging Sapi
Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta peningkatan realisasi impor daging sapi dan kerbau untuk menekan harga yang saat ini berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Permintaan ini disampaikan menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan harga rata-rata daging sapi nasional mencapai Rp 143.737 per kilogram, lebih tinggi dari HAP Rp 140.000 per kilogram, dilansir dari Detik Finance.
Budi Santoso menjelaskan bahwa harga rata-rata nasional menurut Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag mencapai sekitar Rp 142.000 per kilogram. Namun, di beberapa daerah harga bahkan lebih tinggi karena kendala distribusi.
"Ya kalau rata-rata nasionalnya kan Rp 142.000 rata-rata nasionalnya kalau di SP2KP. Memang ada di daerah tertentu itu yang lebih tinggi, terutama yang jangkauan distribusinya mungkin tidak semudah di daerah lain ya," ujar Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).
Pemerintah mencatat realisasi impor daging sapi baru sekitar 40 persen dari kuota yang diberikan. Untuk itu, Budi meminta para importir segera meningkatkan realisasi impor dengan mencari sumber luar negeri yang harga lebih kompetitif.
"Izin semua juga langsung kita keluarkan, tapi realisasinya memang masih ya mendekati 50%. Jadi, kita minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," jelas Budi.
Budi juga menyebut bahwa kenaikan biaya logistik dan transportasi akibat harga minyak yang tinggi menjadi kendala utama importir. Hal ini mendorong mereka mencari sumber impor dari negara yang lebih dekat untuk menekan biaya pengiriman.
"Kan karena biaya logistik ya karena harga minyak ini kan dampaknya biaya logistik, biaya transportasi kapal itu kan naik. Makanya akan cari misalnya produk-produk mungkin yang lebih dekat atau bagaimana gitu," tutur Budi.
Selama ini, Australia menjadi sumber utama impor daging sapi Indonesia, namun pemerintah membuka peluang mencari alternatif pemasok dari negara lain. Selain itu, pemerintah juga mendorong realisasi impor daging kerbau yang kuotanya masih belum banyak terealisasi karena harganya relatif lebih murah.
"Termasuk mungkin kita itu juga sebenarnya ada kuota untuk daging kerbau juga kan ya. Itu kan juga relatif lebih murah itu realisasinya juga belum terlalu banyak. Jadi nanti kita akan upayakan semua realisasi impor daging baik sapi maupun kerbau ini segera terealisasi," tambah Budi.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pada pekan pertama Agustus 2026 harga daging sapi naik 0,54 persen dibanding Juli 2026, dengan rata-rata harga nasional mencapai Rp 143.737 per kilogram.
"Bahkan di minggu pertama bulan Agustus itu per kilogramnya menyentuh Rp 143.737 per kilogram," ujar Amalia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring, Senin (10/8/2026).
BPS juga mencatat kenaikan harga di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Kubu Raya yang harga daging sapi sudah 17,86 persen di atas HAP dengan rata-rata Rp 165.000 per kilogram, serta Kabupaten Melawi yang harga daging sapi naik 28,6 persen di atas HAP dan mencapai Rp 180.000 per kilogram.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow