Menekraf dan Sutradara Bahas Tantangan Distribusi Film Independen di Jakarta
Industri perfilman Indonesia menghadapi kendala distribusi film independen, dibahas dalam pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan sutradara Ferly Halim di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Film "Takkan Kubiarkan Kau Menangis" dari Langit Pictures dijadwalkan tayang serentak pada 16 Juli 2026 di bioskop nasional, menandai salah satu upaya memperluas akses film lokal di layar bioskop.
Ferly Halim menjelaskan bahwa tantangan utama bukan hanya produksi, melainkan akses distribusi dan persaingan ruang tayang di bioskop yang semakin ketat.
"Sebagai rumah produksi independen, perjuangan kami tidak berhenti saat film selesai dibuat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menghadirkan film tersebut kepada masyarakat," ujar Ferly.
Ferly berharap kebijakan dapat mendukung ketersediaan ruang tayang untuk film lokal yang membawa nilai edukasi.
Film baru ini mengangkat tema dinamika komunikasi keluarga milenial dan generasi Z, yang menurut Ferly penting sebagai refleksi pembentukan karakter anak dan komunikasi sehat dalam keluarga.
"Seringkali kita lebih mudah menunjukkan empati kepada orang luar dibanding keluarga sendiri. Film ini menjadi refleksi bahwa komunikasi yang sehat antara orangtua dan anak adalah kunci masa depan," tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Menekraf Teuku Riefky Harsya menyatakan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem perfilman dan memperluas akses layar bioskop ke berbagai daerah.
"Semakin banyak generasi muda yang berani membangun usaha di sektor kreatif, semakin kuat fondasi ekonomi kita. Kami akan terus mendukung agar rumah produksi nasional mampu berkompetisi secara sehat di industri ini," tutur Teuku Riefky.
Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, menambahkan bahwa film edukasi sosial perlu dukungan agar bisa menjangkau audiens lebih luas, termasuk menyediakan ruang pemutaran di daerah yang belum terjangkau bioskop komersial.
Kolaborasi ini bertujuan menyampaikan pesan inklusif bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih cita-cita, dengan film ini diharapkan menjadi ruang diskusi keluarga Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow