Menteri LH Usulkan Ganti Istilah Pemulung Jadi Pekerja Pemilah Sampah

Smallest Font
Largest Font

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengusulkan penggantian istilah pemulung menjadi pekerja pemilah sampah dan mendorong agar mereka memiliki standar kompetensi kerja yang formal.

Usulan tersebut disampaikan pada peluncuran perlindungan sosial bagi sektor informal persampahan di fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026), yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dilansir dari Detikcom.

Jumhur menegaskan peran penting pekerja pemilah sampah dalam sistem pengelolaan sampah karena mereka berada di garis depan memilah sampah sebelum masuk ke fasilitas pengolahan.

"Bapak, Ibu, sekalian, saya tidak panjang lebar karena di sini ada sobat pemilah sampah, terima kasih. Kalau bisa, Pak Profesor Yassierli, pemulung kita ganti dengan pekerja pemilah sampah," ujar Jumhur.

Dia berharap kompetensi pekerja pemilah sampah dapat diformalkan melalui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) agar mereka mendapat pengakuan resmi.

"Mudah-mudahan itu bisa SKKNI-nya dilakukan sehingga dan mereka berjasa karena mereka di front depan gitu ya, pemilah, dan itu yang paling dasar sebelum masuk ke tempat-tempat seperti ini," tambahnya.

Jumhur juga menyebut pekerja pemilah sampah sebagai green collar workers yang memiliki kontribusi penting di tingkat paling dasar pengelolaan sampah.

"Jadi kita sebut green collar workers bagi mereka," tutur Jumhur.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa pekerja informal di sektor persampahan memiliki risiko kecelakaan kerja sehingga perlu mendapatkan perlindungan sosial.

Dia menjelaskan bahwa pekerja mendapat potongan 50 persen untuk iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM), dari Rp 16.800 menjadi Rp 8.400 per bulan.

"Teman-teman mendapatkan diskon 50 persen iuran jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Yang awalnya besaran iurannya Rp 16.800, berarti didiskon 50 persen tinggal Rp 8.400 sebulan," kata Yassierli.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed