Menteri LH Tekankan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan di Milangkala MMS
Acara milangkala organisasi MMS digelar Sabtu (8/8/2026) di gedung Imeri-FKUI, Jakarta, dihadiri tokoh masyarakat Sunda dan pejabat, termasuk Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat. Acara ini bertujuan memperingati hari ulang tahun serta membahas pembangunan dengan kearifan lokal.
Menteri LH Jumhur Hidayat menyoroti pentingnya memperjuangkan suku, agama, ras, dan antargolongan tanpa menindas. Ia menyatakan bahwa setiap kelompok etnis, seperti suku Sunda maupun suku lain, harus terus memperbaiki diri agar sejahtera.
"Saya rasa memperjuangkan SARA itu mulia. Tapi menindas SARA nista. Jadi suku, agama, ras, dan antargolongan orang boleh memperbaiki terus-menerus.
Yang punya suku Sunda, memperbaiki kesundaannya yang baik supaya sejahtera. Suku Jawa, suku Sasak, suku apa pun," ujar Jumhur seusai acara di Jakarta.
Jumhur juga menegaskan bahwa menindas dan menistakan atas nama SARA tidak boleh dilakukan, serta mengajak mendorong pembangunan yang merata terutama bagi masyarakat Sunda yang masih tertinggal.
"Nih salah satunya MMS berkhidmat untuk masyarakat Sunda. Mungkin yang masih beberapa yang masih ketinggalan dalam pembangunan, kita sama-sama dorong supaya lebih merata dan lebih maju. Jadi itu tujuannya baik sekali," ucapnya.
Ia menambahkan, setiap proses pemerataan pembangunan harus memanfaatkan kearifan lokal agar tidak kehilangan akar budaya dan dapat berkembang bersama keberagaman yang ada di Indonesia.
"Karena setiap pembangunan pemerataan pasti ada local wisdom yang dimanfaatkan. Pembangunan tanpa memanfaatkan local wisdom atau kearifan lokal itu akan apa hampa, akan tertinggal dan tercerabut dari akar-akarnya," kata Jumhur.
"Dan itu sangat tidak benar, sangat tidak Indonesia. Indonesia Raya itu adalah Indonesia yang tumbuh di mana semua sub-sub kulturnya juga hidup dan berkembang," tambahnya.
Direktur Eksekutif MMS, Andi Perkasa Kantaprawira, menjelaskan peserta acara berasal dari Banten, Jakarta, dan Jawa Barat yang memiliki hubungan sejarah dan eko-region saling ketergantungan.
"Tapi yang paling penting itu bahwa secara eko-region, secara bentang alam, tiga provinsi ini saling, harus saling ketergantungan. Dan kita harus bisa menata ruang tiga provinsi ini dengan sebaik-baiknya jangan terhambat oleh batas-batas administrasi politik. Karena kan tadi Ciliwung tergantung dari Gunung Gede dan yang lain, ini kita harus bisa membuat sebuah perencanaan pembangunan bersama," jelasnya.
Andi menekankan pentingnya kerja sama antara pemimpin wilayah dan universitas atau ilmuwan untuk membangun kesejahteraan masyarakat secara bersama.
"Yang paling penting itu jangan dipisahkan kita ini kalau kita bicaranya Jakarta saja, Jawa Barat saja, Banten saja itu menjadi satu kelemahan. Dan itu harus dibangun oleh para pemimpin," pungkasnya.
Informasi ini dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow