Menteri Pariwisata Sebut Labuan Bajo Jadi Wajah Pariwisata Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Labuan Bajo telah menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Waterfront City Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin malam (10/8), dilansir dari Detik Travel.

Festival ini diikuti oleh 160 UMKM yang menampilkan produk lokal, kuliner, dan karya ekonomi kreatif. Festival Golo Koe sendiri berlangsung dari 10 hingga 15 Agustus 2026 di kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo.

Widiyanti menegaskan bahwa festival ini mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam sebuah perayaan terbuka bagi siapa saja. Ia menyebut bahwa semangat kemajuan pariwisata harus sejalan dengan jati diri masyarakat sebagai tuan rumah.

"Labuan Bajo hari ini telah menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Keindahan alamnya membawa wisatawan dari berbagai penjuru dunia untuk datang dan mengenal Flores," ujar Widiyanti.

Menurutnya, kekuatan festival ini terletak pada kemampuannya menghadirkan Labuan Bajo secara lebih utuh bagi wisatawan sekaligus menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam memperkenalkan identitas daerahnya.

"Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia," tambah Widiyanti.

Sementara itu, Uskup Labuan Bajo, Monsinyur Maksimus Regus, menyatakan Festival Golo Koe menjadi ruang kreativitas dan perjalanan kolaboratif lintas sektor. Ia mengingatkan untuk tidak melakukan aktivitas atau kebijakan yang merusak lingkungan sehingga dapat menggerus keindahan Labuan Bajo.

"Kita ingin agar ruang pariwisata yang bertumbuh dengan cepat ini juga memiliki dampak konstruktif bagi kita yang ada di masyarakat lokal ini. Labuan Bajo ini dianugerahi dengan keindahan paripurna. Ketika tidak dijaga, keindahan paripurna itu juga akan mengalami erosi dari waktu ke waktu," ujar Mgr. Maksimus.

Festival ini juga menjadi perayaan iman, budaya, sosial, dan ekologi warga Labuan Bajo dan sekitarnya. Pengunjung dapat menikmati berbagai pentas seni dan atraksi budaya yang menampilkan kekayaan lokal.

Agenda kegiatan meliputi aksi ekologis di Pantai Binongko pada 11 Agustus dengan ibadat ekologi, pembersihan sampah, dan penanaman mangrove. Pada 12 Agustus, akan digelar karnaval budaya dan tarian kolosal yang melibatkan ratusan penari dari SMKS Stella Maris Labuan Bajo.

Pentas Caci Kolosal oleh siswa SMKS Stella Maris dan SMKN 3 Komodo akan tampil pada 13 Agustus, menunjukkan kekuatan budaya Manggarai. Puncak festival pada 14 Agustus ditandai dengan Prosesi Akbar Maria Asumta Nusantara yang melibatkan arak-arakan patung Bunda Maria dari Gereja Stella Maris ke Dermaga Biru, lalu prosesi laut ke Gua Maria Golo Koe.

Penutupan pada 15 Agustus berlangsung dengan Ekaristi Agung Maria Asumta Nusantara di Waterfront City diikuti konser musik dengan bintang tamu Alvin Jo, jebolan X-Factor Indonesia musim ke-3.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed