Ilmuwan Teliti Fenomena Shadow Bands Saat Gerhana Matahari Total 2026

Smallest Font
Largest Font

Saat Gerhana Matahari Total berlangsung, fenomena shadow bands atau pita bayangan sering muncul sebagai garis-garis gelap dan terang yang bergerak cepat di permukaan tanah atau dinding. Fenomena ini sudah diamati selama berabad-abad, tetapi penyebab pastinya masih menjadi misteri ilmiah.

Pada gerhana yang akan terjadi pada 12 Agustus 2026, para peneliti mendapat kesempatan untuk mempelajari shadow bands lebih mendalam. Jalur totalitas gerhana akan melintasi beberapa wilayah seperti Islandia, Greenland, Rusia bagian utara, Spanyol, dan Portugal.

Shadow bands biasanya muncul saat Matahari hampir sepenuhnya tertutup Bulan, menyisakan sabit cahaya yang sangat tipis. Garis-garis ini terlihat samar dan bergerak seperti gelombang di permukaan terang, tetapi sulit direkam oleh kamera.

David Turnshek, profesor fisika dan astronomi di University of Pittsburgh, mengamati fenomena ini pertama kali saat Gerhana Matahari Total 1970. Pengalamannya ini memicu minatnya untuk terus mengkaji shadow bands meski fokus penelitiannya lebih banyak pada galaksi dan quasar.

Menurut NASA, shadow bands adalah garis tipis bergelombang yang terlihat bergerak di permukaan polos sebelum dan sesudah totalitas gerhana. Penjelasan umum selama ini mengaitkan fenomena ini dengan turbulensi atmosfer yang membelokkan cahaya Matahari, mirip dengan bintang yang terlihat berkelap-kelip.

Namun, eksperimen pada gerhana 2017 menunjukkan hasil yang menantang teori ini. Tim dari University of Pittsburgh memasang sensor cahaya di permukaan tanah dan di balon setinggi 25 kilometer. Sinyal shadow bands ditemukan di kedua tempat, menunjukkan sumber fenomena tidak hanya dari turbulensi atmosfer dekat permukaan.

Alternatif lain yang diajukan adalah mekanisme difraksi dan interferensi cahaya akibat tepi Bulan yang menghalangi Matahari. Gelombang cahaya yang membelok di sekitar tepi Bulan dapat menghasilkan pola terang dan gelap seperti eksperimen celah ganda Young.

Meski begitu, hasil eksperimen pada gerhana 2024 tidak mengulangi temuan 2017. Sensor di balon dan pesawat yang diterbangkan tidak mendeteksi sinyal tersebut, sehingga teori penyebab shadow bands masih belum pasti dan perlu penelitian lanjutan.

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 menjadi momentum baru untuk mengamati fenomena shadow bands. Pengamat disarankan menggunakan permukaan terang dan halus, serta memilih lokasi dengan pandangan langit bebas hambatan dan cuaca cerah. Namun, keselamatan mata tetap harus dijaga dengan menggunakan pelindung khusus saat mengamati gerhana.

Fenomena shadow bands yang bergerak seperti ular ini terus menarik perhatian karena kompleksitas penyebabnya yang belum sepenuhnya terungkap. Setiap gerhana total menawarkan kesempatan baru untuk meneliti fenomena kecil yang muncul sebelum langit menjadi gelap total, sebagaimana dikutip dari Detik iNET.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed