Garuda Indonesia dan InJourney Dorong Wisman Tinggal Lebih Lama di Luar Bali dan Jakarta
Garuda Indonesia bersama InJourney mendorong wisatawan mancanegara tidak hanya berkunjung ke Bali dan Jakarta, tetapi juga menjelajahi berbagai destinasi lain di Indonesia untuk memperpanjang masa tinggal dan meningkatkan pengeluaran wisatawan, dilansir dari Detik Travel.
Melalui program 'Discover More Indonesia', Garuda Indonesia menyediakan 170.845 kursi penerbangan domestik gratis bagi wisatawan mancanegara yang membeli tiket pulang-pergi dengan maskapai tersebut.
SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, menilai keberhasilan pariwisata tidak hanya dari jumlah wisatawan, tapi juga lama tinggal, jumlah destinasi yang dikunjungi, dan pengeluaran wisatawan.
"Bagi InJourney itu tolak ukur yang penting atau keberhasilan pariwisata itu tidak hanya dilihat dari berapa banyak wisatawan yang datang ke Indonesia. Tetapi kita melihatnya adalah yang lebih penting lagi adalah berapa lama sih mereka tinggal di Indonesia," ujar Yudhistira dalam konferensi pers di Jakarta.
Yudhistira menambahkan, lama tinggal wisatawan berpengaruh pada pengeluaran mereka. Data triwulan kedua 2026 menunjukkan rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai USD 1.285 dengan lama tinggal rata-rata 10 malam.
"Jadi artinya wisatawan itu memiliki economic value yang semakin besar ketika kita mampu mendorong mereka untuk tinggal lebih lama dan mengunjungi lebih banyak destinasi. Inilah kolaborasi yang akan terjadi antara Garuda dengan InJourney," kata dia.
Dari pihak maskapai, Group Head Marketing Garuda Indonesia, Rina Eka Putri, menyatakan penerbangan domestik gratis ini bertujuan agar wisatawan tidak berhenti di satu destinasi saja.
"Stimulus ini harapannya adalah bukan hanya meningkatkan jumlah penumpang Garuda Indonesia dari internasional. Tapi juga nantinya akan menambah economic scale yang ada di domestik kita," ujar Rina.
Rina juga menambahkan bahwa program ini bisa memicu peningkatan lama menginap di hotel, aktivitas UMKM, dan peningkatan belanja wisatawan di daerah.
Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara I Kementerian Pariwisata, Dedi Ahmad Kurnia, menegaskan bahwa konektivitas udara sangat penting karena sekitar 70 persen kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menggunakan jalur udara.
"Jadi memang yang pertama, wisatawan ke Indonesia itu 70 persen memang dari total kunjungan itu menggunakan air connectivity. Dan Bali menjadi tujuan utama terbesar 40 persen, Jakarta itu di sekitar 12 persen," ujar Dedi.
Dedi berharap program ini dapat mendorong wisatawan melanjutkan perjalanan dari pintu masuk utama ke destinasi lain sehingga memperluas sebaran wisatawan dan memperpanjang lama tinggal mereka di Indonesia.
"Dengan adanya program ini akan menambah length of stay dari wisatawan, sehingga tentu saja dengan semakin lama tinggal di destinasi, semakin banyak destinasi dikunjungi, ini akan memberikan dampak yang sangat positif. Tidak hanya buat, let's say, dengan ekonomi di daerah-daerah destinasi lainnya selain destinasi utama tadi," ujar Dedi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow