MTI Bali Desak Kepastian Lokasi Pembangunan Bandara Bali Utara

Smallest Font
Largest Font

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali menilai proyek pembangunan Bandara Bali Utara masih belum jelas lokasi pembangunannya dan terus mengalami tarik ulur kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, menurut laporan rapat teknis di Jakarta. Proyek ini bertujuan mengatasi overkapasitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan mendorong pemerataan ekonomi Bali Selatan dan Utara, namun belum ada kepastian lokasi pembangunan hingga kini. Ketua MTI Bali, I Made Rai Ridartha, mencermati perbedaan pendapat di antara pejabat pusat yang perlu diluruskan, terutama terkait Perpres 12 Tahun 2025, ujarnya kepada detikBali.

Dari rapat tersebut, muncul usulan pengembangan Bandara Letkol Wisnu di Gerokgak, Buleleng Barat yang dianggap lebih efektif dibandingkan membangun bandara baru di Buleleng Timur.

Namun usulan ini bertolak belakang dengan janji Presiden Prabowo Subianto yang sempat menyatakan komitmen membangun bandara di sisi timur Buleleng sebagai pusat pertumbuhan modern. Rai menegaskan bahwa kepastian titik lokasi sangat penting karena menyangkut perencanaan jaringan transportasi pendukung, sementara saat ini belum ada jalur khusus yang menghubungkan wilayah selatan dan utara Bali secara cepat.

"Selain itu, belum ada akses langsung yang benar-benar ditujukan untuk menghubungkan antara dua bandara ini atau setidaknya dua wilayah ini. Jika hanya mengandalkan jaringan jalan yang ada saat ini tentu akan menimbulkan kesulitan, terutama dari sisi kepastian waktu tempuh," ujar Rai. Dia juga menyoroti dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang merancang akses jalan dari selatan ke utara melalui jalur Kintamani dengan asumsi bandara dibangun di Kubutambahan (Buleleng Timur), bukan di sisi barat seperti yang diusulkan sekarang.

MTI Bali meminta pemerintah pusat segera memberikan keputusan final agar simpang siur di masyarakat berakhir dan investor mendapat kejelasan, sebab pembiayaan proyek ini tidak menggunakan dana APBN atau APBD. "Bagi kami siapapun yang membangun ini tentu harus ada kepastiannya kapan ini dibangun, lokasinya di mana, kemudian bagaimana penghubungnya, akses penghubung jalannya yang mana akan diambil apakah masih tetap pada lintasan di RPJMN atau membuat trase lainnya," kata Rai. "Ini penting untuk ditetapkan tidak saja didasarkan atas perkiraan-perkiraan tetapi diharapkan adalah pemimpin tertinggi yang menetapkan ini segera memastikan di mana bandaranya, siapa yang akan membangun dan tentunya akan sangat berpengaruh kepada siapapun baik masyarakat maupun pada investor," tambahnya.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed