PDI Perjuangan Jawa Timur Gelar Soekarno Cup 2026 dengan 16 Tim Sepak Bola

Smallest Font
Largest Font

Soekarno Cup 2026 akan berlangsung di Jawa Timur mulai 10 hingga 24 Agustus 2026, diikuti oleh 16 tim sepak bola dari berbagai provinsi yang bersaing memperebutkan piala bergilir, sebelumnya dimenangkan oleh Tim Sepak Bola PDI Perjuangan Jawa Timur pada 2025, dilansir dari Detikcom.

Kompetisi ini digelar di beberapa lokasi, yaitu Gelora 10 November, Gelora Bung Tomo, dan Lapangan Thor di Surabaya, serta Gelora Joko Samudro di Gresik.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menyatakan, "Pada tahun 2025, Tim Sepak Bola PDI Perjuangan Jawa Timur menjuarai kompetisi Soekarno Cup di Bali. Piala bergilir ini sudah setahun berada di Surabaya. Kini, di tahun 2026, PDI Perjuangan Jawa Timur menjadi tuan rumah kompetisi bola antar provinsi yang digawangi oleh para pengurus PDI Perjuangan se-Indonesia."

"Meskipun dibentuk oleh para pengurus PDI Perjuangan se Indonesia, tim sepak bolanya direkrut dari anak anak muda di masing masing daerah secara profesional. Ada manajer tim yang berburu talenta, sebagian diantaranya dari anak anak muda kurang mampu," tambah Said.

Pembukaan Soekarno Cup 2026 dijadwalkan pada 10 Agustus 2026 dengan penyalaan obor sebagai simbol semangat kemerdekaan dan perjuangan meraih prestasi. Acara pembukaan juga akan melibatkan defile kontingen dan pertunjukan dari 300 seniman tradisional. Said menjelaskan, "Pada acara pembukaan tanggal 10 Agustus 2026, sedianya akan dihadiri oleh jajaran DPP PDI Perjuangan, dan tiga legenda hidup Timnas PSSI.

Rangkaian pembukaan acara ditandai dengan penyalaan obor sebagai simbol semangat kemerdekaan, dan meraih prestasi. Adapula defile para kontingen, dan penampilan sebanyak 300 seniman tradisional."

Acara penutupan akan dihadiri oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang akan menyerahkan trofi kepada tim juara.

Soekarno Cup 2026 diikuti oleh 16 tim dari berbagai provinsi, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Maluku, Jambi, dan Sumatera Utara.

Said menyampaikan, "Khusus untuk Tim Sepak Bola PDI Jawa Timur, kami bentuk dari proses seleksi 1.615 anak anak muda se-Jatim. Kami tak menyangka begitu tingginya antusiasme para gen z ingin terlibat di Soekarno Cup. Seleksi kami bagi dalam lima region; Surabaya, Bangkalan, Malang, Blitar, dan Banyuwangi. Dari hasil seleksi yang dilakukan oleh jajaran manajemen dan pelatih, kami telah memiliki 25 pemain yang siap berlaga, dan mempertahankan tropi juara."

"Tim Jawa Timur telah menjalani pemusatan latihan selama dua bulan, dan melakukan uji coba pertandingan dengan berbagai tim, seperti Persebaya Future Lab, Gresik United Academy, dan Deltras Academy," tambahnya.

Format pertandingan menggunakan babak penyisihan dengan empat grup, di mana dua peringkat terbaik dari tiap grup akan lolos ke babak delapan besar, kemudian semifinal dan final.

Panitia juga menyiapkan penghargaan individu seperti Man of the Match, pencetak gol terbanyak, kiper terbaik, dan pelatih terbaik. Said juga mengatakan, "Soekarno Cup 2026 juga memberikan kesempatan luas bagi wasit wasit perempuan. Tampilnya wasit perempuan sebagai bentuk gender awareness kami. Banyak wasit-wasit perempuan yang hebat, dan mereka harus diberikan tiket untuk mengawal jalannya pertandingan agar fair play."

Said menegaskan bahwa Soekarno Cup bukan hanya kompetisi sepak bola, melainkan juga wadah membangun karakter pemain muda melalui disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim.

"Soekarno Cup bukan sekedar ajang sepak bola, namun juga cara kami ikut terlibat membangun karakter bangsa. Kami berharap ajang kompetisi ini bisa membangun kedisiplinan, sportivitas, dan kerja sama tim. Mereka bisa mahir main bola, tetapi juga punya jati diri yang kuat, mengenal karakter para founding father, seperti Bung Karno," kata Said.

Dia juga berharap kompetisi ini menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta sepak bola muda yang dapat berkembang menjadi pemain profesional dan memperkuat sepak bola nasional.

"Kami yakin jika banyak pihak ikut terlibat mengembangkan bola, masa depan sepak bola nasional akan lebih menjanjikan. Semakin banyak kompetisi, semakin mengasah skill para pesepak bola muda. Tentu kami punya harapan, PDI Perjuangan memiliki skuad tim bola profesional, dan bisa ikut berlaga di kompetisi profesional. Namun prioritas awal ini mengasah dan mendapatkan banyak talenta, agar bisa membentuk skuad banteng muda yang tangguh dan profesional," pungkas Said.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow