Pemerintah Desa Kalibukbuk Tindak Dugaan Pelecehan WN China di Lovina

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Desa Kalibukbuk mengambil tindakan terkait dugaan pelecehan yang dialami seorang warga negara China di kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Bali. Pelaku yang diduga bernama Wayan Sedana alias Nane dipanggil ke kantor desa untuk dimintai keterangan, menurut laporan detikBali, Selasa (11/8/2026).

Perbekel Desa Kalibukbuk, I Ketut Suka, menyatakan bahwa Nane telah diberikan pembinaan dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya. "Kami sudah bina. Bahkan kami ancam kalau lagi-lagi berulah seperti ini, kami akan ambil tindakan tegas," ujar Suka.

Selain memanggil Nane, pemerintah desa juga menghubungi keluarganya yang mengatakan bahwa Nane selama ini sulit diatur. "Kami coba tanya ke warga, kontak keluarganya. Kata adiknya, kakaknya itu memang sudah tidak bisa diatur," tambah Suka.

Suka menegaskan bahwa pihak desa belum menyimpulkan Nane sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). "Kalau dibilang ODGJ, nggak. Kadang-kadang diajak ngomong sadar, tapi kadang ngelantur," jelasnya.

Penyelesaian kasus ini melibatkan keluarga Nane yang dipanggil ke kantor desa dan membuat surat pernyataan untuk mencegah kejadian serupa terulang. "Kemarin diselesaikan, keluarganya datang. Mereka buat surat pernyataan, kita panggil ke kantor," ujar Suka.

Sebelumnya, video dugaan pelecehan seksual terhadap seorang warga negara China di kawasan wisata Lovina viral di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram @aurosa_a memperlihatkan seorang pria lokal mendekati korban yang sedang merekam video outfit check.

Seorang pria lain mengenakan kalung peluit kemudian menghampiri korban dengan sikap ramah, bersalaman, dan mengucapkan selamat berlibur. Namun, jabat tangan yang berlangsung lama membuat korban merasa tidak nyaman.

Dalam unggahannya, Aurosa mengaku baru menyadari tindakan tersebut setelah beberapa saat. "Kenapa kamu berjabat tangan selama itu? Aku nggak tahu sebenarnya kamu mau melakukan apa. Sampai akhirnya aku sadar, ternyata sudah terlambat," kata Aurosa.

Usai kejadian, Aurosa mengaku menangis saat perjalanan kembali ke penginapan dan menyebut pengalaman itu meninggalkan trauma selama berada di Bali.

Pemerintah Desa Kalibukbuk meminta keluarga Nane ikut mengawasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow