Pemerintah Luncurkan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi dengan Target Gedung Baru 2027
Pemerintah resmi meluncurkan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, dengan target pembangunan gedung baru rampung pada 2027, dilansir dari Detikcom.
Meski sudah beroperasi, saat ini SNT masih menempati gedung sementara milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta aset pemerintah daerah. Rinciannya, enam sekolah menggunakan fasilitas Unit Pelaksana Teknis kementerian, sementara sebelas sekolah memanfaatkan aset pemerintah daerah seperti Balai Latihan Kerja dan gedung perkantoran yang direnovasi.
"Mulai pembangunan insya Allah 2026 akhir, sehingga nanti di tahun ajaran 2027, adik-adik yang sekarang masuk di 17 sekolah ini sudah memulai pembelajaran di bangunan yang baru," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru dan pemenuhan fasilitas representatif untuk SNT sedang dalam proses dan diharapkan selesai pada 2027.
"Sekarang ini proses pembangunan sedang akan dilaksanakan dan diharapkan pada tahun depan, Sekolah Nasional Terintegrasi telah memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang representatif, fasilitas yang memungkinkan kalian semua dapat belajar dengan sebaik-baiknya," ujar Mu'ti di Balai Besar Guru Penggerak, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sekolah Nasional Terintegrasi mengusung konsep jenjang SMP dan SMA di bawah satu manajemen sehingga siswa SMP dapat langsung melanjutkan ke SMA di sekolah yang sama. SNT menerapkan materi standar nasional dengan keunggulan di bidang bahasa, prestasi akademik, olahraga, dan penguasaan teknologi mutakhir.
"Kita akan kenalkan ekskul yang membantu menumbuhkan potensi siswa. Untuk tahap pertama ada enam yang diwajibkan, yakni Pramuka dan Pencak Silat, serta teknologi masa depan seperti Coding, AI (Artificial Intelligence), dan Robotik," ujar Gogot.
Gogot menambahkan bahwa siswa yang diterima adalah mereka dengan kemampuan akademik di atas rata-rata dan harus melewati seleksi ketat termasuk tes skolastik.
"Jadi fokusnya memang untuk murid yang punya kemampuan di atas rata-rata, baik secara akademik maupun non-akademik," katanya.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti juga menekankan pentingnya dukungan kepala daerah dalam penyediaan lahan agar pembangunan gedung mandiri setiap kabupaten/kota dapat selesai tepat waktu.
"Dan kami menegaskan, selamat bergabung. Mari kita buat sejarah baru Indonesia dengan Sekolah Nasional Terintegrasi untuk membangun generasi hebat Indonesia, Generasi Emas Indonesia 2045. Kepada anak-anakku sekalian, selamat belajar, ikuti semua kegiatan dengan penuh sukacita, ikuti kegiatan dengan penuh semangat, karena masa depan Anda bermula dari Sekolah Nasional Terintegrasi ini," ujar Mu'ti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow