Persib Bandung Hadapi Sengketa Pembayaran dengan Robert Alberts di FIFA Tahun 2025

Smallest Font
Largest Font

Sengketa pembayaran antara Persib Bandung dan mantan pelatih Robert Alberts terjadi pada tahun 2025, bukan 2022 seperti yang diungkap Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, dilansir dari Bola.

Berdasarkan dokumen FIFA bernomor perkara FPSD-19488, sengketa ini diputuskan pada 3 Oktober 2025. Persib memiliki kewajiban membayar Rp3 miliar kepada Robert melalui 10 cicilan, dimulai dari Maret hingga Desember 2025.

Namun, pada cicilan pertama bulan Maret 2025, Persib hanya membayar Rp93.749.500 dari total Rp225 juta. Robert mempertanyakan pemotongan Rp131.250.500 yang terkait dengan peningkatan kelas penerbangan dari ekonomi ke bisnis.

Persoalan tersebut berkembang menjadi sengketa hukum di FIFA setelah Robert mengajukan gugatan pada 4 Juni 2025 dengan tuntutan total Rp581.250.000 plus bunga 5 persen per tahun.

Persib tidak memberikan tanggapan selama proses persidangan, sehingga Kamar Status Pemain FIFA memeriksa bukti yang diajukan Robert termasuk komunikasi dengan Stanley Bernard, Direktur Olahraga Persib.

FIFA menyatakan bahwa biaya peningkatan kelas penerbangan tidak boleh dipotong dari cicilan Maret 2025, sehingga Persib masih memiliki kewajiban pembayaran kepada Robert. FIFA mengabulkan sebagian gugatan tersebut.

Dalam putusan, FIFA mewajibkan Persib membayar Rp131.250.000 ditambah bunga 5 persen sejak 16 Maret 2025, serta Rp225 juta ditambah bunga 5 persen sejak 16 April dan 16 Mei 2025.

FIFA memberi waktu 45 hari bagi Persib untuk melunasi pembayaran beserta bunga. Jika tidak terpenuhi, FIFA dapat menjatuhkan sanksi larangan mendaftarkan pemain baru hingga tiga periode pendaftaran berturut-turut, serta menyerahkan perkara ke Komite Disiplin FIFA.

Pihak bersengketa masih dapat mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dalam 21 hari setelah menerima keputusan FIFA.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, sebelumnya menyatakan bahwa kasus ini adalah sengketa lama yang terjadi pada 2022, namun dokumen resmi FIFA menunjukkan sengketa terjadi pada 2025.

"Perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru," ujar Adhitia. "Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat."

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed