Kemenhut dan BMKG Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla di Kalimantan dan Riau

Smallest Font
Largest Font

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan dan Riau, yang tengah menghadapi peningkatan titik panas dan sebaran asap, dilansir dari Detik Travel.

Berdasarkan data BMKG per 12 Agustus 2026, peluang pertumbuhan awan sedang hingga tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 13-16 Agustus. OMC di Kalimantan Tengah dijadwalkan berlangsung 11-15 Agustus, sementara di Kalimantan Barat pada 13-17 Agustus, dengan OMC di Riau berjalan sejak 30 Juli hingga 22 Agustus.

Data BMKG juga menunjukkan peningkatan titik panas signifikan, seperti di Kalimantan Barat naik dari 98 menjadi 136 titik, dan Kalimantan Tengah dari 29 menjadi 78 titik. Kalimantan Selatan juga meningkat dari 10 menjadi 31 titik. Kondisi ini menyebabkan kabut asap terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk indikasi asap lintas batas menuju Sarawak, Malaysia.

Ristianto Pribadi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, menjelaskan pentingnya koordinasi dengan BMKG untuk menentukan waktu optimal pelaksanaan OMC. "Untuk pelaksanaan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melihat potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu yang paling optimal. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap," ujar Ristianto.

Ristianto menambahkan bahwa potensi awan yang teridentifikasi akan dimanfaatkan untuk mendukung OMC guna menekan risiko karhutla di wilayah yang menunjukkan peningkatan titik panas dan asap. "Potensi awan yang teridentifikasi akan kami optimalkan untuk mendukung OMC. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menekan risiko karhutla, terutama di wilayah yang saat ini menunjukkan peningkatan titik panas dan asap," katanya.

Lebih lanjut, Ristianto menyampaikan komitmen Kemenhut untuk terus memantau dan berkoordinasi agar setiap peluang cuaca yang mendukung penanganan karhutla dapat dimanfaatkan secara optimal. "Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar setiap peluang cuaca yang mendukung dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan karhutla," ujarnya.

Kemenhut juga mengingatkan masyarakat dan korporasi untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Setiap pelanggaran akan ditindak secara hukum. "Penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan," kata Ristianto.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed