Iran Tolak Buka Kembali Jalur Selat Hormuz untuk AS hingga Dana Dicairkan
Iran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur logistik di Selat Hormuz bagi Amerika Serikat (AS) sebelum permintaan pencairan dana Iran yang tersimpan di luar negeri dipenuhi, menurut Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.
Penolakan ini menjadi faktor utama kenaikan harga minyak dunia. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,3% dan ditutup pada US$ 83,20 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 1,36% menjadi US$ 88,91 per barel, dilansir dari Detik Finance pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kenaikan harga minyak melewati 6% dalam pekan ini akibat memudarnya harapan akan tercapainya kesepakatan untuk meningkatkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.
Seminggu sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kemungkinan tercapainya kesepakatan baru terkait jalur tersebut, namun hingga kini belum terealisasi. Presiden AS Donald Trump juga terus menuntut Iran membayar ganti rugi kepada AS.
Data dari perusahaan intelijen perdagangan Kpler menunjukkan penurunan drastis jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz, hanya delapan kapal pada hari Senin, jauh di bawah angka normal lebih dari 130 kapal sebelum serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Menurut data Departemen Energi AS yang dirilis pada hari yang sama, stok Cadangan Minyak Strategis AS turun di bawah 300 juta barel, level terendah dalam lebih dari empat dekade.
"Kami tidak akan membuka jalur Hormuz bagi AS sebelum mereka mencairkan dana kami yang dibekukan di luar negeri," ujar Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Rezaei menegaskan penolakan Iran menjadi faktor kunci dalam situasi yang mempengaruhi harga minyak global.
Scott Bessent, Menteri Keuangan AS, sebelumnya mengatakan, "Kesepakatan baru mengenai Selat Hormuz dapat segera tercapai," namun hingga kini belum ada perkembangan.
Presiden AS Donald Trump menambahkan, "Iran harus membayar ganti rugi kepada AS," mempertegas ketegangan yang masih berlangsung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow