Persib Bandung Kembali Terkena FIFA Registration Ban Terkait Kasus Lama

Smallest Font
Largest Font

Persib Bandung kembali menerima FIFA Registration Ban yang merupakan sanksi kedua setelah sebelumnya terkait kasus Daisuke Sato, dilaporkan oleh Bola. Kali ini, sanksi tersebut berhubungan dengan laporan mantan pelatih Robert Rene Alberts.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengonfirmasi bahwa persoalan ini adalah kasus lama dari tahun 2022, bukan masalah baru.

Persib saat ini tengah melakukan kajian menyeluruh untuk memahami dasar keputusan FIFA, status kasus, serta langkah yang tepat berdasarkan mekanisme yang berlaku.

"Yang perlu kami tegaskan adalah, bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022, bukan kejadian baru. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus dan menentukan langkah yang paling tepat," ujar Adhitia.

Klub menegaskan akan menghormati keputusan regulator dan menindaklanjutinya secara bertanggung jawab dengan menjadikan penyelesaian kasus sebagai prioritas melalui mekanisme yang sesuai.

"Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya," tegas Adhitia.

Persib memastikan persiapan musim kompetisi 2026/2027 tetap berjalan meski menghadapi Registration Ban dari FIFA. Seluruh pemain baru sudah diproses sesuai ketentuan untuk registrasi kepada operator kompetisi dan federasi.

"Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sementara untuk kasus ini kami sedang mengambil langkah penyelesaian yang diperlukan," jelas Adhitia.

Setiap langkah diambil berdasarkan kajian dan skala prioritas agar kasus tidak mengganggu agenda utama klub.

"Kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Setiap persoalan perlu dilihat secara objektif, dipelajari secara menyeluruh, kemudian ditentukan langkah berdasarkan skala prioritas. Dengan begitu, kami dapat menyelesaikan apa yang harus diselesaikan tanpa kehilangan fokus terhadap tujuan utama Persib," tambah Adhitia.

Persib juga menegaskan komitmen untuk mematuhi semua aturan dan regulasi yang ditetapkan oleh operator kompetisi dan federasi, baik domestik maupun internasional.

"Persib akan terus menindaklanjuti proses ini dan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila terdapat informasi yang dapat disampaikan kepada publik," pungkas Adhitia.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow