Pertamina Jalankan Strategi Ganda untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pemerintah Indonesia mendorong ketahanan energi nasional sebagai upaya memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian energi untuk mempertahankan kedaulatan negara, dikutip dari situs presiden.go.id, Senin (1/6/2026).
PT Pertamina (Persero) mendukung upaya pemerintah dengan menjalankan Dual Growth Strategy yang fokus pada penguatan bisnis migas dan pengembangan bisnis rendah karbon, kata Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza.
Strategi ini bertujuan menjamin kecukupan energi saat ini dan transisi ke energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Dalam pilar Maximizing Legacy Business, Pertamina meningkatkan produksi hulu migas sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Hingga semester I 2026, produksi migas PT Pertamina Hulu Energi mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari, terdiri dari 459 ribu barel minyak dan 2.756 juta kaki kubik gas per hari.
Oki menjelaskan, "Setiap peningkatan produksi dari lapangan migas merupakan kontribusi nyata Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pengelolaan aset yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan, Pertamina terus mendukung pencapaian target produksi migas nasional."
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PHE menyelesaikan pengeboran 278 sumur eksploitasi dan berbagai kegiatan pemeliharaan guna menjaga produksi.
Di sisi eksplorasi, PHE berhasil menemukan sumber daya kontingen sebesar 108 juta barel setara minyak dan menambah cadangan terbukti 24,9 juta barel setara minyak.
Selain produksi dalam negeri, Pertamina menjalankan program Bring Barrel Home dengan mengirimkan minyak mentah dari aset luar negeri ke Indonesia untuk mengurangi impor.
Pertamina juga mengembangkan kilang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk, termasuk proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan yang meningkatkan produk menjadi setara euro 5.
"Selain memastikan kehandalan kilang, Pertamina juga melakukan peningkatan kompleksitas kilang," ujar Oki.
Enam kilang Pertamina saat ini mampu mengolah hingga 1,1 juta barel minyak per hari dan memproduksi berbagai produk seperti BBM, LPG, Avtur, dan petrokimia.
Di sektor gas, Pertamina memperkuat rantai pasok dengan pengembangan pipa transmisi, jaringan gas rumah tangga, dan fasilitas gas di seluruh Indonesia agar pasokan energi terjaga.
Pada sektor hilir, Pertamina melakukan transformasi bisnis BBM dan layanan ritel melalui digitalisasi MyPertamina serta pengembangan Bright Store dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Di bidang energi rendah karbon, Pertamina mengembangkan produk nabati sebagai bahan bakar. "Pertamina berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pengoptimalan sumber daya alam nabati," kata Oki.
Sejak Juli 2026, Pemerintah menetapkan B50 mandatori dan Pertamina menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.
Pertamina juga mengembangkan biofuel dari proyek Green Refinery dan peluncuran produk seperti Pertamina Renewable Diesel dan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang mengurangi emisi karbon hingga 84 persen dibanding avtur fosil.
"Teknologi SAF ini sepenuhnya dikembangkan oleh insinyur dalam negeri, membuktikan kapasitas Indonesia sebagai regional champion energi hijau," ujar Oki.
Selain itu, Pertamina mengembangkan program dekarbonisasi, teknologi karbon capture, gas to power, pengembangan hidrogen, solusi berbasis alam, dan perdagangan karbon.
Upaya ekspansi kapasitas panas bumi juga dilakukan melalui pengembangan wilayah kerja baru dengan teknologi terkini.
Strategi ganda ini dijalankan seluruh subholding Pertamina sesuai karakteristik bisnis masing-masing untuk menjaga pasokan energi sekaligus mendukung energi berkelanjutan, dilansir dari Detik Finance.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow