Peneliti UB Temukan Spesies Baru Kumbang di Jepang dan Catat Dua Spesies Baru Ambrosia

Smallest Font
Largest Font

Peneliti Universitas Brawijaya, Yogo Setiawan, berhasil mendeskripsikan spesies kumbang kulit kayu baru di Jepang dan melaporkan dua spesies kumbang ambrosia yang belum pernah tercatat di negara tersebut, sebagai bagian dari riset doktoralnya. Penelitian yang dilakukan di Kagoshima University ini merupakan kolaborasi dengan Saga University, Universitas Brawijaya, dan Michigan State University, melibatkan pengumpulan sampel selama satu tahun di Takakuma Experimental Forest, Prefektur Kagoshima. Spesies baru tersebut dinamakan Hyorrhynchus takakumaensis, diambil dari lokasi penemuannya. Ciri khas utama kumbang ini adalah adanya tanduk atau tuberkel lebar pada epistoma dan pola rambut halus serta penutup badan yang berbeda dari spesies lain dalam genus Hyorrhynchus.

Dengan penemuan ini, jumlah spesies genus Hyorrhynchus di dunia menjadi 11, dan di Jepang bertambah dari dua menjadi tiga spesies, dilansir dari Detikcom.

Selain itu, Yogo melaporkan dua spesies kumbang ambrosia yang sebelumnya belum tercatat di Jepang, yaitu Anisandrus auratipilus yang pertama kali ditemukan di China, serta Debus shoreae yang tersebar di Asia Timur dan Asia Tenggara. "Kumbang ambrosia berperan penting dalam dekomposisi kayu dan daur ulang unsur hara, namun beberapa juga menjadi hama penting di sektor kehutanan dan pertanian. Pendokumentasian keanekaragaman mereka sangat penting," ujar Yogo.

Pengambilan sampel dilakukan setiap dua minggu mulai musim panas 2024 hingga 2025 untuk mengkaji keanekaragaman dan dinamika komunitas kumbang di hutan bagian selatan Jepang yang lebih hangat dibanding wilayah tengah dan utara. Dalam proses identifikasi, Yogo menemukan satu spesimen dengan karakter morfologi berbeda yang kemudian dikonfirmasi sebagai spesies baru setelah konsultasi dengan ahli taksonomi dari Michigan State University dan perbandingan koleksi museum di Jepang.

Proses pendeskripsian ini menghadapi tantangan seperti kondisi cuaca ekstrem yang membekukan perangkap saat musim dingin dan suhu panas hingga 36 derajat Celsius saat musim panas, serta akses lokasi penelitian yang memerlukan perjalanan feri dan darat yang memakan waktu. Penemuan ini penting untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati dan memperluas pengetahuan tentang persebaran kumbang kulit kayu dan kumbang ambrosia secara biogeografis. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal internasional ZooKeys pada 14 Juli 2026.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed