Petugas Pantau Kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur

Smallest Font
Largest Font

Petugas gabungan disiagakan selama 24 jam nonstop di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, untuk memantau perkembangan kebakaran di kawasan tersebut, dilansir dari Detik Travel.

Kebakaran yang terjadi sejak beberapa hari lalu kini masih terlihat di beberapa titik seperti Dengklek di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, serta Bukit P-30 di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Meski titik api berkurang, petugas gabungan dari BNPB, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, TNI-Polri, dan relawan terus melakukan pemantauan intensif untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan penanganan kebakaran sudah memasuki hari ketujuh. Menurutnya, metode pemadaman masih beragam mulai dari water bombing hingga pemadaman manual.

"Tim saat ini menggunakan water bombing di sejumlah daerah yang masih terdapat titik api, dengan tiga helikopter. Selain itu, kami juga menggunakan drum, local sprayer, serta pemadaman secara manual menggunakan air dan selang," ujar Oemar pada Senin (10/8).

Petugas melakukan patroli malam dengan intensif karena helikopter maupun drone tidak dapat digunakan untuk pemadaman pada malam hari. Pemadaman manual dilakukan bila kondisi memungkinkan dan tetap mengutamakan keselamatan petugas.

Oemar menjelaskan sebagian titik api berada di area tebing yang sulit dijangkau. Ia menambahkan kewaspadaan petugas ditingkatkan setelah kebakaran membesar kembali pada Sabtu malam (8/8/2026).

Seluruh pintu masuk kawasan Bromo masih ditutup total hingga hari kedelapan penanganan kebakaran untuk menjamin keselamatan wisatawan dan memberikan ruang bagi petugas dalam pemadaman dan pemantauan.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan yang mengancam keselamatan masyarakat, termasuk di kawasan Gunung Bromo.

Menurut Puan, kondisi meluasnya kebakaran hutan sangat serius dan membutuhkan perhatian penuh pemerintah dalam pengendalian api, perlindungan ekosistem, dan keselamatan masyarakat. Ia menyebut luas kebakaran mencapai sekitar 520 hektare dan seluruh akses wisata ditutup.

"Penutupan kawasan merupakan langkah yang diperlukan untuk memberikan ruang maksimal bagi proses pemadaman dan mencegah munculnya risiko baru terhadap wisatawan," ujar Puan dalam keterangan tertulis pada Senin (10/8).

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed