Perusahaan AI Silicon Valley Digitalisasi dan Musnahkan Jutaan Buku Langka
Perusahaan AI asal Silicon Valley, Anthropic, membeli jutaan buku langka untuk dipindai dengan teknologi cepat, kemudian buku fisik tersebut dimusnahkan. Hal ini dilaporkan oleh The Telegraph dan memicu reaksi dari berbagai pihak.
Proses ini dilakukan karena perusahaan AI mulai kehabisan sumber data digital yang tersedia. Mereka mencari karya asli yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk digital agar dapat menambah data untuk teknologi mereka.
Buku yang telah didigitalisasi kemudian dihancurkan untuk menghindari persoalan hak cipta. Praktik ini dianggap berisiko oleh para pakar.
Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI), Dr Joko Santoso, M Hum, menilai pemusnahan buku asli sebagai sinyal bahaya bagi ilmu pengetahuan.
"Jika informasi hanya mengandalkan hasil digitalisasi, siapa yang menjamin tidak ada perubahan isi? Oleh karena itu, tugas perpustakaan adalah memastikan sumber asli tetap dapat ditelusuri," ujar Joko, dikutip dari laman UMY pada Jumat (7/8/2026).
Joko menegaskan buku cetak edisi pertama adalah representasi autentik dari penulis dan keberadaan naskah fisik harus dipertahankan sebagai rujukan utama.
FPDI juga mengingatkan potensi monopoli data oleh perusahaan AI. Jika naskah fisik musnah dan data digital hanya dikuasai oleh perusahaan, masyarakat bisa kehilangan akses informasi secara gratis.
"Jika seluruh pengetahuan beralih ke digital dan dikuasai perusahaan AI, masyarakat bisa bergantung pada layanan berbayar. Padahal, perpustakaan menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi secara gratis. Jangan sampai akses pengetahuan tidak lagi bebas karena dikuasai pihak tertentu," tegas Joko.
FPDI menegaskan digitalisasi penting untuk pelestarian dan perluasan akses publik. Mereka mendorong agar naskah kuno dihidupkan melalui media modern seperti multimedia, komik, dan animasi agar tetap relevan bagi generasi muda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow