Presiden Prabowo Tinjau Inovasi Teknologi BRIN Dukung Pembangunan Nasional
Presiden Prabowo Subianto menemui sekitar 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta pada 6 Agustus 2026 untuk meninjau inovasi teknologi karya anak bangsa yang diproyeksikan mendukung percepatan agenda pembangunan nasional.
Didampingi Kepala BRIN Arif Satrian dan Waka Amarulla Octavian, Presiden Prabowo mengunjungi stan berbagai bidang, mulai dari energi, pertahanan, hingga teknologi pengolahan air, yang dipaparkan langsung oleh para periset. Prabowo juga aktif mengajukan pertanyaan terkait temuan mereka.
BRIN menjelaskan klaster riset dan inovasi yang meliputi energi, dirgantara dan antariksa, pertahanan dan keamanan, nuklir, pangan dan MBG, warisan budaya, serta pendidikan, sebagai bagian dari pameran inovasi teknologi tersebut.
Dalam bidang dirgantara dan antariksa, inovasi yang dipamerkan meliputi pesawat N219 dan N219A yang lebih andal dan mudah dioperasikan dengan kabin serta payload terluas di kelasnya, serta kemampuan short take-off dan landing termasuk pendaratan di darat dan air untuk N219A. Selain itu, Pesawat Udara Nir-awak (PUNA) mampu terbang hingga 24 jam dengan muatan senjata 300 kg dan jangkauan kendali hingga sekitar 2.000 km. Satelit Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1) juga diperkenalkan sebagai satelit observasi bumi resolusi tinggi yang menghemat biaya sekitar 71,9% dibandingkan misi sejenis.
Di sektor pertahanan dan keamanan, inovasi mencakup cat anti radar yang menyerap gelombang elektromagnetik 4-12 GHz dan telah diuji pada Tank ANOA serta Kapal Patroli TNI AL, bahan persenjataan dengan laras baja Cr-Mo-V dan penetrator tungsten dengan momentum dua kali peluru konvensional, serta teknologi roket RHAN-122 dengan jangkauan 24 km dan warhead 18 kg yang diproduksi secara nasional.
Teknologi rudal JMSSX-01 dengan Flight Control Computer, Inertial Navigation System, dan seeker untuk misil surface-to-surface juga dipamerkan, bersama platform pemantauan bawah air dengan enkripsi data lokal untuk monitoring laut secara real-time, serta navigasi elektronik multisensor untuk torpedo dan kendaraan bawah air yang mendukung industri elektronik nasional.
Untuk bidang nuklir, ditampilkan teknologi penambangan dan pemurnian uranium serta thorium, fabrikasi bahan bakar nuklir berupa elemen bakar uranium silisida dan pelet UO2, desain reaktor nuklir riset dan daya, serta sistem keselamatan dan deteksi radiasi. Pengelolaan limbah radioaktif melalui teknologi pengolahan dan imobilisasi juga menjadi bagian dari inovasi tersebut.
BRIN juga memperkenalkan pengembangan aplikasi nuklir untuk industri dan masyarakat, termasuk radiofarmaka dan radioisotop untuk kesehatan dan industri, iradiasi untuk pangan dan material, serta teknologi analisis nuklir untuk riset dan pengendalian polusi.
Di sektor pangan dan MBG, inovasi mencakup varietas unggul berbagai tanaman dan benih ikan serta ternak lokal unggul, teknologi budidaya dan pembibitan modern, inovasi peternakan, teknologi pascapanen, dan pengolahan pangan dengan hilirisasi komoditas untuk mendukung program makan bergizi gratis.
Bidang warisan budaya menampilkan teknologi face recognition untuk identifikasi arca dan artefak, penggunaan LiDAR untuk riset jejak peradaban, serta dokumentasi dan revitalisasi 718 bahasa daerah melalui platform digital terbuka. Laboratorium Bumiayu untuk rekonstruksi sejarah peradaban Nusantara dan model ekosistem gastrorutisme maritim juga dipamerkan.
Dalam bidang pendidikan, inovasi yang diperkenalkan meliputi asisten guru AI kontekstual, platform Solarsteam Digital Learning, model buku teks SMK berbasis soft skill, serta sistem peringatan dini kekerasan seksual CHHRI Protect.
Informasi ini dilansir dari Detik iNET.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow