MAFF Jepang Ungkap Turis Asing Konsumsi Beras Lebih Tinggi pada 2025
Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) mengungkapkan bahwa turis asing mengonsumsi beras lebih banyak dibanding warga lokal, menurut data tahun fiskal 2025 yang diumumkan pada 27 Juli 2026, dilansir dari Detik Travel.
Rata-rata turis asing mengonsumsi 570 gram nasi matang per hari selama kunjungan mereka ke Jepang, setara dengan empat mangkuk nasi standar, jauh melebihi perkiraan awal 350 gram atau 2,5 mangkuk per hari.
Pengunjung dari Vietnam mencatat konsumsi tertinggi dengan 718 gram, diikuti Indonesia 714 gram, Filipina 695 gram, dan Thailand 629 gram. Dari negara lain, pengunjung AS mengonsumsi 565 gram dan Tiongkok 546 gram, sedangkan Hong Kong tercatat paling rendah dengan 468 gram.
Rata-rata orang Jepang hanya mengonsumsi sekitar 330-340 gram nasi matang per hari, sehingga konsumsi turis asing 70 persen lebih tinggi selama masa tinggal mereka di Jepang.
MAFF menjelaskan tingginya konsumsi beras turis tidak hanya karena restoran sushi, tetapi juga popularitas bola nasi onigiri yang dikonsumsi beberapa kali sepanjang hari.
Sementara itu, warga lokal Jepang biasanya menambahkan sumber karbohidrat lain seperti roti dan mie dalam pola makan harian mereka.
Berdasarkan perhitungan terbaru, konsumsi beras oleh turis asing diperkirakan mencapai 82.000 ton beras giling atau setara 91.000 ton beras merah antara Juli 2025 hingga Juni 2026, revisi naik signifikan dari perkiraan sebelumnya sebesar 61.000 ton pada Maret 2026.
Perkiraan ini muncul setelah kekurangan beras di Jepang pada 2024 yang dikenal sebagai "Kerusuhan Beras Reiwa" akibat harga naik dan stok menipis. Faktor utama penyebab kekurangan adalah panen buruk karena panas ekstrem, namun lonjakan jumlah turis asing juga menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap permintaan beras.
Pemerintah Jepang kemudian meneliti konsumsi beras turis asing karena sebelumnya belum menjadi perhatian. Data terbaru ini membantu memberikan gambaran lebih jelas untuk mengatur penawaran dan permintaan beras serta mempersiapkan sektor pariwisata menghadapi perubahan di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow