Polisi Tangkap Pelaku Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras di Ancol
Polisi menangkap dua pelaku challenge hafalan Al-Qur'an berhadiah minuman keras saat konser The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, yang viral dan menuai kecaman, dilansir dari Detikcom, Rabu (12/8).
Pelaku yang diamankan adalah perempuan berinisial R dan laki-laki berinisial E, dengan peran yang masih diselidiki polisi.
Menurut penyelidikan, tantangan tersebut muncul spontan dari seorang pengunjung yang mengambil mikrofon dan menantang pengunjung lain untuk menghafal surah Ad-Dhuha dengan imbalan minuman keras.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan kami, yang bersangkutan diduga merupakan pengunjung yang datang. Pengunjung tersebut kemudian mengambil mikrofon dan secara spontan melakukan challenge. Namun aspek hukumnya masih akan kami dalami melalui pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.
Polisi juga sudah memeriksa pihak penyelenggara The Sounds Project dan pihak merek minuman terkait, serta mengidentifikasi pelaku yang melakukan challenge tersebut.
"Tadi malam kami sudah melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari pihak penyelenggara maupun pemilik brand. Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut," kata Kombes Iman.
Pelaku berpotensi dikenai Pasal 300 KUHP tentang tindak pidana permusuhan dan penistaan agama dengan pidana penjara maksimal tiga tahun.
Polisi juga membidik kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus ini. "Tidak menutup kemungkinan untuk merembet ke pihak lain," terang Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito.
Hingga kini, enam orang sudah diperiksa dan bukti elektronik disita sebagai barang bukti penistaan agama.
Pihak penyelenggara The Sounds Project mengecam keras kejadian tersebut dan menegaskan tidak pernah menyetujui aktivitas yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi.
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," ujar pihak penyelenggara melalui akun resmi Instagram.
Mereka juga telah menegur pihak sponsor dan meminta penyelesaian kasus hingga tuntas serta berjanji mengawal proses hukum dan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa.
Direktur Newport, Handoko Sasongko, menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan aktivitas tersebut bukan bagian dari program atau promosi perusahaan.
"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," kata Handoko.
Handoko juga mengakui adanya kelemahan pengawasan di lapangan sehingga kejadian tidak dapat ditangani dengan baik saat berlangsung.
"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mik dari MC di lapangan sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ujarnya.
Perusahaan menegaskan penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan sensitivitas masyarakat Indonesia sebagai hal penting dalam setiap aktivitasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow