Malaysia Airlines Wajibkan Tes Narkoba untuk Seluruh Pilot setelah Kasus Penyelundupan
Malaysia Airlines mewajibkan seluruh pilotnya menjalani tes narkoba setelah penangkapan seorang kopilot karena kasus penyelundupan ekstasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Langkah ini diumumkan oleh Malaysian Aviation Group (MAG), induk perusahaan Malaysia Airlines, pada Jumat, 7 Agustus 2026, sebagai bagian dari peningkatan keselamatan dan kelayakan tugas pilot. Fase pertama tes ini sudah dimulai dan dijadwalkan selesai pada 15 Agustus, berlaku untuk 1.260 pilot Malaysia Airlines, dilansir dari Detikcom.
MAG menyatakan, "MAG memperkuat kerangka kerja keselamatan dan kelayakan tugas dengan langkah-langkah pemeriksaan narkoba yang ditingkatkan di seluruh maskapai penerbangannya."
Dalam pernyataan resmi, MAG menegaskan, "Sebagai langkah segera, grup ini telah memulai pemeriksaan narkoba wajib bagi semua pilot Malaysia Airlines dan akan melakukan pemeriksaan yang lebih ketat terhadap semua pilot yang aktif, melampaui standar praktik industri."
Respons ini muncul setelah penahanan kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), yang tertangkap membawa 26 kilogram ekstasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Juli. Ia kemudian diserahkan ke Bareskrim Polri untuk proses hukum.
Dalam pemeriksaan, Saufi dinyatakan positif menggunakan tiga jenis narkoba dan mengaku telah tiga kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia dengan imbalan 50.000 Ringgit.
MAG menegaskan, "Respons cepat ini mencerminkan besarnya perhatian MAG terhadap insiden penahanan pilotnya baru-baru ini, mengingat grup ini menerapkan kebijakan nol toleransi untuk segala bentuk pelanggaran."
MAG juga menambahkan, pilot yang tidak menjalani tes narkoba hingga batas waktu yang ditentukan tidak akan diizinkan mengoperasikan penerbangan sampai lolos tes sesuai prosedur MAG dan regulasi yang berlaku.
Selain itu, MAG akan memperluas tes narkoba wajib ini ke seluruh pilot aktif di maskapai lain di bawah naungannya dan akan memasukkan awak kabin aktif dalam program pemeriksaan yang lebih luas di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow