Presiden Prabowo Tegaskan Penyelesaian Proyek Giant Sea Wall dalam 8 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tanggul laut raksasa Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa dalam waktu delapan tahun, seperti disampaikan dalam pidato kenegaraan di Gedung Parlemen pada Jumat (14/08/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.

Proyek ini akan dibiayai oleh Danantara Development Management Fund (DDMF), yang juga mendukung proyek mobil dan motor nasional serta transformasi lainnya. Giant Sea Wall dirancang sepanjang 575 kilometer dengan estimasi biaya mencapai US$100 miliar atau sekitar Rp1,78 kuadriliun.

Proyek tersebut ditujukan untuk melindungi sekitar 50 juta penduduk Pantura Jawa, yang menyumbang 38% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menjadi pusat 70 kawasan industri, 5 kawasan ekonomi, serta poros logistik nasional.

Presiden Prabowo mengatakan, "Kita harus belajar dari Belanda. Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda."

Ia melanjutkan, "Mungkin akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita menyelesaikan pembangunan Giant Sea Wall, tetapi kita harus mulai. Pembangunan ini kita bagi ke 15 segmen, dan jika dilaksanakan serentak bisa delapan tahun selesai."

Proyek ini sebenarnya sudah dicetuskan sejak 2004 dan pernah digagas oleh Pemerintah DKI Jakarta pada 2007, namun mangkrak tanpa perkembangan berarti. Pada 2014, saat kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, proyek ini dikenal sebagai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dan melibatkan beberapa provinsi untuk pelaksanaan hingga 2017.

Namun, pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, proyek ini kembali digaungkan tetapi masih memerlukan analisis mendalam terkait dampak lingkungan dan skema pendanaan.

Giant Sea Wall dianggap solusi mengatasi kenaikan permukaan air laut dan penurunan tanah di Pantura Jawa, termasuk DKI Jakarta, untuk mencegah daerah tersebut tenggelam.

Beberapa negara lain juga memiliki proyek tanggul laut besar, seperti Belanda dengan Delta Works dan Maeslantkering yang dibangun sejak 1950-an setelah banjir besar 1953. Korea Selatan memiliki Saemangeum Seawall sepanjang 33,9 kilometer yang selesai pada 2010 untuk reklamasi lahan pertanian dan industri.

Jepang membangun tanggul laut sepanjang lebih dari 400 kilometer di pesisir timur untuk melindungi dari tsunami dan badai, sedangkan China memiliki tanggul bersejarah Huating di Shanghai yang berusia lebih dari 300 tahun.

Italia juga memiliki sistem gerbang air MOSE di Venesia yang terdiri dari 78 pintu gerbang untuk melindungi kota dari pasang naik dan banjir.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed