Presiden Prabowo Umumkan Insentif Besar untuk Produsen Motor Listrik Nasional
Pemerintah Indonesia mengumumkan pemberian insentif besar bagi produsen motor listrik yang mampu memproduksi satu juta unit motor listrik buatan dalam negeri, ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pidato RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan. Menurut Prabowo, skema insentif ini bertujuan menurunkan biaya operasional kendaraan, mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) impor, serta memperkuat industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, dan layanan purna jualnya, dilansir dari Detik Oto. "Hari ini kita akan memberikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ujar Prabowo.
Prabowo mengungkap bahwa biaya operasional motor listrik jauh lebih murah daripada motor berbahan bakar bensin, dengan potensi penghematan hingga 70 persen.
"Pertama, penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka, kita perkirakan mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang," ujar Prabowo. Prabowo juga menyatakan bahwa Indonesia sudah memiliki semua unsur penting untuk pengembangan baterai dan motor listrik, dengan ekosistem yang sudah terbentuk.
Selain mengurangi impor BBM, pengembangan motor listrik nasional juga dipercaya dapat membuka lapangan pekerjaan lebih luas di Indonesia. Saat peresmian ekosistem motor listrik nasional, dua produsen motor listrik yaitu Alva dan Gesits turut serta dalam pengembangan ini. Motor listrik nasional pertama bernama Cakra NX1 juga diperkenalkan dengan desain menyerupai Alva N3.
Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan membebaskan uang muka pembelian motor listrik nasional dan memberi cicilan ringan untuk mendorong adopsi kendaraan ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow