Macan Kumbang Terobos Permukiman dan Serang Ternak di Batang
Seekor macan kumbang dari hutan Gunung Prau meneror warga Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dengan menyerang tujuh ternak dan masuk ke dalam rumah warga pada pagi hari pukul 05.30 WIB.
Macan tersebut terlihat di kandang ayam milik warga Dukuh Ngasinan RT 16 RW 03 dan kemudian sempat berkeliaran di area rumah. Pemilik rumah, Suryono, awalnya mendengar suara dengusan dari belakang rumahnya.
"Waktu itu 05.30 WIB yang punya rumah bangun. Tiba-tiba ada suara dengusan di belakang rumah, di kandang ayam. Setelah dibuka pintu, ternyata ada macan kumbang," ujar Kepala Desa Gunungsari, Tutur Budiyono, dilansir dari Detik Travel.
Permintaan pertolongan segera dilakukan oleh pemilik rumah dan warga setempat yang melaporkan kejadian itu ke kepolisian, Koramil, dan BPBD. Namun, saat petugas mencoba masuk ke rumah, macan itu sempat hendak menyerang dan petugas memilih mengunci pintu sementara karena belum memiliki peralatan evakuasi memadai.
"Dari pihak kepolisian pertama mencoba masuk rumah. Di situ dia mau menyerang. Karena tidak ada alat, akhirnya menjauh dulu dan pintunya dikunci," jelas Tutur.
Dalam waktu sekitar pukul 05.30 hingga 11.00 WIB, macan kumbang memangsa tujuh ekor ayam dari 25 ekor ternak milik warga.
Lokasi rumah yang disatroni macan berada di garis perbatasan antara permukiman dan kawasan hutan Perhutani. Menurut Tutur, ini adalah kejadian pertama kali macan kumbang memasuki permukiman warga secara langsung.
"Sepengetahuan warga, memang sering bertemu langsung dengan macan tersebut, tapi di hutan. Alhamdulillah tidak pernah mengganggu atau mencederai manusia," tambahnya.
Kepala Pos Polisi Sektor Bawang, AKP Slamet Riyanto, menjelaskan bahwa petugas mengamankan lokasi dan mengurung macan kumbang dengan menutup seluruh akses pintu rumah milik Suryono. Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari BKSDA Jawa Tengah, Taman Safari Beach Batang, dokter hewan Drh Bowo, Damkar, BPBD Batang, serta jajaran Muspika Bawang.
"Satwa liar tersebut akhirnya berhasil dilumpuhkan secara terukur menggunakan tembakan obat bius dan dimasukkan ke dalam kandang khusus sekitar pukul 11.30 WIB," ujar Slamet Riyanto.
Diduga macan kumbang itu turun ke permukiman karena kelaparan dan kesulitan mencari makan akibat luka pada salah satu kakinya. Saat ini macan tersebut mendapat perawatan medis di Safari Beach Jateng Batang.
"Dugaan sementara, macan kumbang tersebut turun ke pemukiman warga untuk mencari makan karena salah satu kakinya mengalami luka, sehingga kesulitan beradaptasi mencari makanan. Sekarang mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," imbuh Slamet.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow