Red Bull Terima Kegagalan RB22 dan Fokus Persiapan Formula 1 2027
Red Bull mengakui kegagalan mobil RB22 pada Formula 1 musim 2026 dan mulai mempertimbangkan fokus pengembangan mobil untuk musim 2027, meski baru menjalani 11 balapan, dilansir dari Bola.
Hingga saat ini, Red Bull belum meraih kemenangan dan berada di posisi keempat klasemen konstruktor, tertinggal lebih dari 200 poin dari Mercedes. Dari 11 balapan, mereka hanya mendapatkan empat podium yang semuanya diraih Max Verstappen.
Berbagai upgrade yang diperkenalkan sepanjang musim belum menyelesaikan masalah utama RB22, yang membuat Red Bull menghadapi dilema dalam pengembangan. Tim mempertimbangkan mengalihkan sumber daya ke mobil 2027.
Menurut laporan F1 Insider, Red Bull secara internal menganggap RB22 gagal memenuhi harapan. Mereka telah melakukan lebih banyak upgrade dibanding konstruktor lain, tapi hasilnya belum efektif.
"Mobil ini sulit dikendalikan," ujar Max Verstappen dan Isack Hadjar pada Grand Prix Hungaria.
Teknisi Red Bull yang dipimpin Pierre Wache telah menyiapkan beberapa tahap pengembangan untuk memperbaiki kendali mobil, namun belum berhasil.
Masalah utama bukan pada unit tenaga, melainkan sasis mobil, dengan 2026 sebagai debut penggunaan power unit internal. Laurent Mekies juga menurunkan ekspektasi peluang tim sejak awal.
Meski masih ada harapan melihat kebangkitan musim 2025, saat Red Bull hanya tertinggal 15 poin dibanding periode sama tahun lalu, kondisi lebih sulit terjadi di 2026. Verstappen kini tertinggal 110 poin dari pemuncak klasemen Kimi Antonelli.
Red Bull berharap mendapat akses ADUO, mekanisme yang membantu pabrikan tertinggal mengejar ketertinggalan dari benchmark mesin pembakaran internal.
Dulu dianggap benchmark, Red Bull kini kemungkinan digantikan Mercedes. Dengan indikasi menyerah pada RB22, Red Bull harus memilih antara mengembangkan mobil 2026 atau fokus pada mobil 2027.
Perubahan regulasi yang tetap mempertahankan banyak ketentuan memungkinkan tim yang lebih awal mempersiapkan mobil 2027 mendapat keuntungan. Verstappen juga punya klausul pelepasan kontrak pada Oktober, jadi peningkatan performa mobil paruh kedua musim penting untuk mempertahankannya.
Selain itu, sejumlah kursi terbuka di tim rival pada 2028, sehingga performa Red Bull musim depan berpotensi menentukan masa depan Verstappen bersama tim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow