Andre Rosiade Kecam Promosi Hafal Quran Berhadiah Miras di Festival Musik
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengecam keras promosi tantangan hafalan ayat Al-Qur'an sebagai syarat mendapatkan minuman keras gratis di festival musik The Sounds Project pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Jakarta.
Andre menilai tindakan tersebut sebagai pelecehan terhadap nilai agama yang sangat menyakiti perasaan umat Islam. Ia menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah kitab suci yang harus dijunjung tinggi dan tidak pantas dijadikan alat pemasaran produk beralkohol, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Tindakan ini sangat tidak etis dan menyentuh ranah sensitif. Menjadikan hafalan ayat Al-Qur'an sebagai modal promosi miras adalah bentuk penyalahgunaan simbol agama yang amat nyata dan tidak bisa ditoleransi," ujar Andre dalam keterangan tertulisnya.
Andre mendesak aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk segera memanggil serta mengusut tuntas penyelenggara acara tersebut. Ia menuntut penegakan hukum yang tegas agar memberi efek jera dan mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan.
Selain itu, politisi Gerindra ini meminta instansi terkait memperketat izin penyelenggaraan kegiatan hiburan publik. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini pada proses hukum yang berlaku.
"Ini jelas-jelas penistaan agama dan sangat melukai hati umat Islam. Ayat suci Alquran yang sangat dimuliakan malah disandingkan dan dijadikan alat promosi untuk mendapatkan minuman keras. Ini sangat kelewatan dan tidak beradab!" ujar Andre.
Pihak penyelenggara festival The Sounds Project melalui akun Instagram resmi @thesoundsproject menyatakan mengecam kejadian tersebut dan menegaskan bahwa perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan promosi tidak pernah dibenarkan dan di luar kendali mereka.
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tulis pernyataan resmi mereka pada 11 Agustus 2026.
Master of ceremony acara, Ega, juga menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial Threads @aqueer_. Ia mengakui lalai sehingga mikrofon dikuasai audiens yang melakukan tantangan tersebut.
"Saya Ega, selaku MC pada acara musik yang bertugas di booth Newport pada Hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu," tulis Ega.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow