Bambang Harymurti Tegaskan RUU Perampasan Aset Tak Boleh Jadi Alat Politik
Pakar publik dan tokoh pers Bambang Harymurti menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset tidak boleh dijadikan alat untuk membungkam lawan politik. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Bambang merekomendasikan agar undang-undang tersebut secara eksplisit mencegah penyalahgunaan kewenangan perampasan aset yang dapat merugikan warga negara. Ia menegaskan bahwa kewenangan ini tidak boleh hanya bergantung pada niat baik pejabat yang sedang berkuasa.
Menurut Bambang, RUU harus tegas melarang penggunaan kewenangan perampasan aset untuk membungkam lawan politik, mengintimidasi wartawan atau masyarakat sipil, serta menyelesaikan sengketa pribadi.
"Rancangan undang-undang harus secara tegas melarang penggunaan kewenangan perampasan aset untuk: satu, membungkam lawan politik; dua, mengintimidasi wartawan atau masyarakat sipil; tiga, menyelesaikan sengketa pribadi," ujar Bambang Harymurti.
Ia juga menekankan bahwa RUU tersebut tidak boleh menghukum aktivitas politik yang sah dan tidak boleh menargetkan seseorang secara selektif tanpa kriteria hukum yang objektif.
"Empat, menghukum aktivitas politik yang sah. Lima, menekan perusahaan karena alasan politik atau menargetkan seseorang secara selektif tanpa kriteria hukum yang objektif," ungkapnya.
Bambang mengingatkan bahwa perlindungan terbaik bagi warga negara berasal dari hukum yang kuat, bukan sekadar janji pejabat. Ia menegaskan bahwa kekuasaan untuk merampas aset merupakan salah satu bentuk kekuasaan negara yang sangat besar pengaruhnya terhadap warga negara.
"Ini bukan paranoia, kekuasaan untuk merampas aset adalah salah satu bentuk kekuasaan negara yang paling besar pengaruhnya terhadap warga negara," kata Bambang.
"Jadi prinsipnya, perlindungan terbaik bukanlah janji bahwa pejabat hari ini akan bertindak dengan benar. Perlindungan terbaik adalah membangun struktur hukum yang membuat penyalahgunaan menjadi sulit dilakukan," imbuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow