Presiden Prabowo Instruksikan Usut 1.000 Tambang Ilegal di Bangka Belitung
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung. Instruksi ini disampaikan dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Data dari GISACT Geo-Intelligence Solution menunjukkan keberadaan tambang ilegal yang sebagian dalam kondisi tidak aktif dan lahan tambang terbengkalai tanpa pemulihan pascatambang.
Analisis indeks tanah tahun 2015-2024 membagi aktivitas tambang ilegal menjadi tiga kategori, yaitu rendah 17,50%, sedang 36,57%, dan tinggi 6,59%, menurut GISACT.
Presiden Prabowo menegaskan, "1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung, 1.000 tambang ilegal. Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut, masa 1.000 tambang pejabat TNI dan Polri nggak tahu?"
"Untuk apa negara kasih pangkat dan jabatan kalau tidak bisa tertibkan ini," tambahnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya penertiban tambang ilegal oleh aparat negara.
GISACT mengungkapkan bahwa kerusakan vegetasi terbesar akibat tambang ilegal terjadi di hutan utara, tengah, dan selatan Pulau Bangka dengan luasan terdampak mencapai 1.253,36 km².
Menurut GISACT, penurunan densitas vegetasi ini memengaruhi keanekaragaman hayati dan mengubah ekosistem regional secara signifikan.
Masalah lingkungan lain yang muncul adalah krisis air bersih dan menurunnya daya serap air akibat penebangan vegetasi dan pembukaan lahan tambang ilegal.
Kasus di wilayah lain memperlihatkan dampak serius tambang ilegal terhadap lingkungan dan kesehatan, seperti pencemaran merkuri di sungai Amazon dan tumpahan sianida di sungai besar Rumania yang merusak ekosistem dan mengancam mata pencaharian masyarakat.
Di Nigeria, aktivitas tambang ilegal menyebabkan pencemaran air dan tanah, keracunan makanan, serta memaksa pengungsian penduduk terdampak, menurut laporan internasional.
Evaluasi dan penertiban tambang ilegal menjadi perhatian utama pemerintah mengingat dampak lingkungan dan sosial yang besar, seperti dilansir dari Detik iNET.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow