Karyawan Perusahaan AI Mengalami Peningkatan Beban Kerja Meski Produktivitas Meningkat
Beberapa karyawan di perusahaan teknologi AI, seperti OpenAI dan Anthropic, mengaku mengalami peningkatan beban kerja hingga lebih dari 90 jam per minggu saat fase pengembangan besar-besaran, menurut laporan dari Detik iNET.
Seorang mantan karyawan OpenAI mengatakan bahwa saat bekerja di sana, jam kerjanya bisa mencapai 70 jam per minggu. Kini, setelah pindah ke startup AI lain, jam kerjanya berkurang menjadi 50-60 jam per minggu, kecuali saat periode sibuk.
"Anda datang pada hari Sabtu atau Minggu hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda atau memastikan tidak ada yang bermasalah," ujar mantan karyawan tersebut kepada BBC, dilansir dari TechSpot.
Kondisi ini berbeda dengan klaim beberapa perusahaan AI, termasuk OpenAI yang awal tahun ini mendorong percobaan sistem kerja empat hari tanpa pemotongan gaji, dengan alasan AI dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Mantan karyawan tersebut juga menyebut bahwa selama bekerja di OpenAI, mereka tidak pernah menerapkan sistem kerja empat hari. Sebaliknya, mereka sering menghadapi rapat krisis rutin, harus bekerja di akhir pekan, dan evaluasi kinerja ketat yang bisa berujung pada pemutusan hubungan kerja mendadak.
CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa teknologi tidak akan mampu mewujudkan sistem kerja empat hari seminggu, bahkan setelah AI menjadi bagian dari produktivitas sehari-hari.
"Saya rasa kita semua akan jauh lebih sibuk daripada yang kita duga di era pasca-kecerdasan super," kata Altman dalam wawancara di podcast Relentless.
"Kita masih akan mengeluh tentang hal itu, tetapi diam-diam kita akan merasa bahagia," tambahnya.
Peneliti University of California, Berkeley menambahkan bahwa meskipun AI dapat mempercepat tugas individu, beban kerja bisa bertambah karena karyawan harus mengecek hasil kerja AI.
Neil Thompson, pakar inovasi dari Massachusetts Institute of Technology, menilai perusahaan tidak akan memberikan banyak waktu luang meski efisiensi meningkat. Sebaliknya, perusahaan akan menambah tugas baru, pengawasan ketat, dan ekspektasi kerja yang lebih tinggi.
"Orang-orang beranggapan bahwa pengurangan jam kerja sebesar 20% berarti hari kerja menjadi empat hari seminggu. Namun, tugas baru akan muncul," jelas Thompson.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow